Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Mahasiswa dari Jepang, Malaysia dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) belajar membatik di Batik Tulis Ronggo Mukti yang berada di Kelurahan Sidomukti, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
"Rombongan mahasiswa yang terdiri dari 19 mahasiswa asal Jepang, tiga mahasiswa Malaysia, empat mahasiswa ITS serta dua dosen dari Jepang mengenal lebih dekat batik tradisional sekaligus belajar langsung teknik dasar membatik dari perajin lokal d Probolinggo," kata Owner Batik Tulis Ronggo Mukti, Mahrus Ali dalam keterangannya di Probolinggo, Minggu.
Menurut dia, kedatangan mahasiswa dari luar negeri menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan Batik Tulis Ronggo Mukti secara lebih luas kepada dunia internasional.
"Saya berharap semakin banyak masyarakat dari luar daerah maupun luar negeri yang mengenal batik produksi Ronggo Mukti. Dengan semakin luasnya pengenalan tersebut, batik lokal diharapkan memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Ia berharap kunjungan mahasiswa dari berbagai negara dapat menjadi salah satu pintu bagi Batik Tulis Ronggo Mukti untuk semakin dikenal di tingkat internasional, sehingga perkembangan usaha batik tidak hanya berdampak pada keberlangsungan tradisi, tetapi mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui semakin luasnya kegiatan produksi dan pemasaran.
“Harapannya dengan adanya kunjungan mahasiswa dari luar negeri ini Batik Tulis Ronggo Mukti semakin mendunia sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” katanya.
Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa batik lokal memiliki daya tarik sebagai bagian dari wisata edukasi dan budaya. Interaksi langsung antara mahasiswa internasional dengan perajin menjadi pengalaman yang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Probolinggo kepada dunia.
Selama berada di lokasi, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai Batik Tulis Ronggo Mukti. Mereka juga mengikuti praktik membatik dengan mempelajari teknik dasar dan mencoba menuangkan kreativitas pada media kaos.
Para mahasiswa Jepang dan Malaysia itu senang dapat memperoleh pengalaman secara langsung mengenai proses membatik sekaligus mengenal lebih jauh budaya batik yang berkembang di Kabupaten Probolinggo.
Bagi mahasiswa dari Jepang dan Malaysia, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memahami batik bukan hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai bagian dari budaya yang memiliki proses panjang dan membutuhkan ketelitian.
Salah satu peserta asal Jepang, Minami mengatakan kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka wisata sekaligus edukasi mengenai batik dan budaya, sehingga para mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha batik serta mencoba sendiri proses pembuatan motif pada kain kaos.
Pengalaman praktik dinilai memberikan pemahaman yang berbeda dibandingkan sekadar mengenal batik melalui buku atau informasi digital, bahkan dua dosen asal Jepang yang turut mendampingi rombongan juga memberikan apresiasi terhadap upaya Batik Tulis Ronggo Mukti dalam mempertahankan keberadaan batik tradisional.
Mereka memberikan apresiasi dan respect kepada Owner Batik Tulis Ronggo Mukti Mahrus Ali yang dinilai memiliki kegigihan dalam menjaga, melestarikan sekaligus mengembangkan batik tradisional.
Kunjungan mahasiswa internasional tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan budaya. Para mahasiswa dapat mengenal salah satu kekayaan budaya Indonesia, sementara pelaku batik lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada mahasiswa dari Jepang dan Malaysia.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































