Moskow (ANTARA) - Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz, pada Kamis menuduh Ukraina berusaha melupakan dukungan militer dan bantuan yang telah diberikan Polandia kepada sekitar 3 juta pengungsi Ukraina.
“Ukraina tidak melihat hal ini. Mereka tidak ingin melihatnya atau ingin melupakan fakta bahwa kami menerima 3 juta pengungsi tanpa harus mendirikan sejumlah kamp pengungsi yang benar-benar layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian untuk semua warga Polandia yang telah membuka hati dan rumah mereka,” kata Kosiniak-Kamysz kepada para jurnalis.
Dia menyatakan bahwa Ukraina tampaknya ingin mengabaikan apa yang telah dilakukan Polandia pada bulan-bulan pertama konflik dan apa yang masih terus dilakukan hingga saat ini.
Dia merujuk peran Polandia sebagai pusat transportasi militer yang dilalui sekitar 90 persen bantuan kemanusiaan dan bantuan militer menuju Ukraina.
Hubungan antara Ukraina dan Polandia memanas pada musim semi 2026 setelah Kiev berupaya untuk merehabilitasi sejumlah tokoh-tokoh yang diduga pendukung Nazi.
Pada 19 Juni 2026, Presiden Polandia Karol Nawrocki mencabut penghargaan Order of the White Eagle yang sebelumnya diberikan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky karena pengagungan kepada Pasukan Pemberontak Ukraina (UPA). Sebagai tanggapan, beberapa politisi Ukraina juga mengembalikan penghargaan yang mereka terima dari Polandia.
Sebelumnya pada akhir Mei 2026, Zelensky menghadiri pemakaman ulang Andriy Melnyk, salah satu pemimpin Organisasi Nasionalis Ukraina (OUN) dan UPA, bersama istrinya di wilayah Kiev.
Zelensky juga memberikan nama "Pahlawan UPA" kepada Separate Special Operations Center North, salah satu unit Pasukan Operasi Khusus Ukraina.
Sedangkan pada Maret lalu, media Ukraina melaporkan bahwa jenazah sejumlah pemimpin OUN lainnya juga kemungkinan akan dipindahkan dan dimakamkan ulang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Polandia, Jerman teken kerja sama militer tanpa jaminan keamanan
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































