PM Spanyol desak UE tangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel

2 weeks ago 13

Madrid (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez pada Jumat (10/4) menyerukan kepada Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel, mengingat pengeboman berkelanjutan mereka terhadap Lebanon dan berbagai tindakannya di Gaza.

"Kita tidak boleh membiarkan Gaza lainnya di Lebanon," kata Sanchez seperti dikutip kantor berita Spanyol, Agencia EFE.

Ia mengatakan Eropa harus bertindak menghadapi "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional" yang dilakukan Israel.

Menurut Sanchez, Perjanjian Asosiasi UE-Israel, yang telah berlaku sejak 2000 sebagai landasan hukum bagi hubungan perdagangan UE dengan Israel harus ditangguhkan "demi konsistensi dan juga empati," setelah Israel "menginjak-injak dan melanggar" banyak pasal dalam perjanjian tersebut.

"Spanyol siap mengambil langkah ini bersama banyak negara Eropa lainnya," katanya.

Foto yang diambil pada 9 April 2026 menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur akibat serangan udara Israel di Beirut, Lebanon. ANTARA/Xinhua/Bilal Jawich

Ia juga menyerukan pembentukan pasukan Eropa "bukan dalam 10 tahun, bukan dalam dua tahun, melainkan sekarang," sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk keluar dari NATO

Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares juga mengkritik serangan Israel di Lebanon mengatakan "tingkat kekerasan serta pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia internasional yang dilakukan Israel tidak dapat diterima."

Sanchez menyampaikan pernyataan tersebut setelah PM Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat (10/4) menuding Spanyol melancarkan "perang diplomatik" terhadap Israel.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga-lembaga kemanusiaan lainnya pada Kamis (9/4), serangan Israel terhadap Lebanon telah mengakibatkan lebih dari 1.700 orang tewas dan hampir 6.000 orang terluka. Lebih dari 1 juta orang, sekitar seperlima dari populasi negara tersebut, telah mengungsi.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |