Pluang catat investor saham AS tumbuh enam kali lipat dalam tiga tahun

1 hour ago 4

Jakarta (ANTARA) – Pluang mencatat jumlah investor saham Amerika Serikat (AS) yang aktif bertransaksi setiap bulan meningkat enam kali lipat dalam tiga tahun terakhir, seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia melakukan diversifikasi investasi ke aset global.

Berdasarkan data internal Pluang, jumlah investor pemula pada kelas aset saham AS bahkan meningkat hingga 63 kali lipat dalam periode yang sama.

Pertumbuhan tersebut juga mulai terlihat di luar kota-kota metropolitan. Sebanyak 38 persen investor saham AS di Pluang berasal dari kota sekunder dan tertier, sementara layanan Pluang kini telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.

"Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi, bukan menggantikan, portofolio lokal mereka," ujar Director of Marketing & Commercial Pluang Andreas Agung Hendrawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Pertumbuhan minat terhadap aset global juga tercermin dari dana kelolaan atau asset under management (AUM) saham dan ETF AS di Pluang yang meningkat 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Pada kuartal I 2026, sekitar satu dari lima investor baru Pluang memulai investasi melalui kelas aset saham dan ETF AS.

Sementara itu, lebih dari 70 persen investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih mempertahankan kepemilikannya hingga saat ini.

Menurut Andreas, kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi saham global mulai dipandang sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang, bukan semata-mata untuk mencari keuntungan dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, perkembangan perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) turut meningkatkan kebutuhan investor terhadap akses ke pasar global.

Pluang mengutip data Goldman Sachs 2026 yang menyebut perusahaan terkait AI telah menguasai sekitar 45 persen kapitalisasi pasar indeks S&P 500.

Saat ini, Pluang menyediakan akses terhadap lebih dari 650 saham dan ETF AS, termasuk melalui mekanisme kepemilikan saham pecahan (fractional ownership).

Selain saham dan ETF, platform tersebut juga menyediakan sejumlah instrumen untuk investor berpengalaman, seperti options dan leverage.

Beralih ke skema PALN

Pluang menyatakan telah sepenuhnya mentransisikan produk saham AS dan ETF ke skema Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN) pada 2025.

Melalui skema tersebut, Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang disebut memiliki perizinan sebagai pialang berjangka dari Bappebti serta Perantara Pedagang Efek untuk Derivatif Keuangan dari OJK.

Transaksi tercatat di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sedangkan transaksi di bursa AS dieksekusi melalui Alpaca Securities LLC.

Pluang menyebut skema tersebut memungkinkan investor memiliki kepemilikan pecahan atas saham dasar (underlying shares) dan memperoleh hak dividen secara proporsional.

Sejak produk saham global diluncurkan, investor Pluang disebut telah menerima pembayaran dividen dengan nilai total mencapai puluhan miliar rupiah.

"Seiring dengan semakin globalnya pandangan masyarakat Indonesia, tugas kami bukan hanya sekadar menyediakan akses, tetapi juga terus meningkatkan standar kualitas, transparansi, dan perlindungan investor di baliknya," kata Andreas.

Pluang merupakan aplikasi investasi dan perdagangan multi-aset yang dioperasikan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang. Perusahaan menyebut telah memiliki lebih dari 13 juta pengguna terdaftar dengan akses terhadap lebih dari 2.000 aset, mulai dari saham Indonesia, kripto, saham AS, ETF, emas digital, crypto futures, options, hingga reksa dana.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |