Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun ini, menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprakirakan fenomena El Nino pada Agustus hingga Oktober sangat kuat.
“Pemerintah mendorong seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan dan langkah antisipasi dampak karhutla,” kata Menhut Raja Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, kondisi El Nino tahun ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, kekuatan El Nino tahun ini diperkirakan BMKG menyerupai kondisi pada 2015, ketika Indonesia mengalami karhutla dalam skala besar.
“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah El Nino sangat kuat. Sering disebut El Nino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan El Nino sama kuatnya dengan El Nino 2015,” kata Menhut.
Lebih lanjut, Raja Antoni mengingatkan dampak karhutla pada 2015 yang tidak hanya menyebabkan kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
“Seperti diketahui pada 2015, sebanyak 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ujarnya.
Oleh karena itu Menhut Raja Antoni mengimbau agar semua pihak mengantisipasi El Nino tahun ini agar tidak berdampak seperti tahun 2015.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ia menegaskan, setiap pelanggaran akan ditindak melalui proses hukum.
Tidak hanya itu, Menhut Raja Antoni menekankan bahwa kebakaran dapat bermula dari hal sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan, sehingga kewaspadaan perlu dilakukan bersama.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata dia.
Sementara itu, pemerintah telah melakukan rapat koordinasi penanganan karhutla yang melibatkan Menhut Raja Antoni, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Rapat tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan pemerintah menghadapi karhutla, khususnya pada periode Agustus-Oktober.
Baca juga: BNPB sebut sepuluh provinsi dikepung karhutla
Baca juga: Menkopolkam minta Kalteng dan Kalbar hentikan izin pembakaran lahan
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































