PLTN Cernavoda di Rumania ditutup akibat rendahnya debit air Danube

2 hours ago 4

Chisinau, Moldova (ANTARA) -

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Cernavoda di Rumania untuk sementara berhenti beroperasi akibat rendahnya permukaan air Sungai Danube, sementara otoritas berencana menutup kekurangan pasokan listrik melalui impor, kata Sekretaris Negara Kementerian Energi Rumania Sorin Elisei, Kamis.

Reaktor pertama dari dua reaktor di Cernavoda dihentikan operasinya pekan lalu akibat rendahnya permukaan air Danube. Pemerintah Rumania menetapkan status siaga tinggi di sektor energi pada 31 Juli akibat penurunan produksi listrik di tengah kekeringan. Pada Kamis, proses penghentian operasi reaktor kedua juga dimulai.

“PLTN Cernavoda sepenuhnya berhenti beroperasi. Kami mengandalkan peningkatan kapasitas impor, terutama dari Bulgaria, dan memantau prakiraan dengan sangat cermat yang dapat memengaruhi perkiraan kami, seperti yang terjadi hari ini dan besok dengan peningkatan produksi energi angin,” kata Elisei, seperti dikutip news.ro.

Ia menambahkan bahwa otoritas juga mengandalkan cadangan energi hidro dan pengurangan konsumsi listrik secara sukarela di dalam negeri.

Sebelumnya pada 6 Agustus, Direktur PLTN Cernavoda Romeo Urjan mengatakan pembangkit tersebut tidak akan beroperasi setidaknya selama 10 hari. Setelah permukaan air Danube naik, dibutuhkan waktu satu hingga dua hari bagi pembangkit untuk kembali beroperasi penuh.

Cernavoda merupakan satu-satunya PLTN di Rumania. Pembangkit tersebut terletak di tepi Sungai Danube dan menggunakan air sungai untuk mendinginkan reaktornya, sehingga ketinggian air secara langsung memengaruhi pengoperasian unit secara aman.

Dua reaktor pembangkit tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi listrik Rumania.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Rumania siap evakuasi 1.000 anak Gaza untuk perawatan medis

Baca juga: Rumania batasi ekspor bahan bakar demi jaga persediaan domestik

Baca juga: Drone Rusia masuki wilayah Rumania, hantam apartemen dan lukai 2 orang

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |