Guru besar IPB dorong pesantren Probolinggo pelopor ketahanan pangan

1 hour ago 5
Pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi pelopor kemandirian dan ketahanan pangan

Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Beberapa guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menjadi pelopor ketahanan pangan dengan mengambil peran lebih besar dalam membangun kemandirian pangan sekaligus mencetak generasi muda memiliki keterampilan di bidang pertanian.

Kunjungan beberapa guru besar IPB ke Pondok Pesantren Darut Tauhid Desa Patemon Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Kamis, merupakan bagian dari program "Dosen Pulang Kampung" 2026 di Kabupaten Probolinggo dengan mengusung tema “Model Pesantren Mandiri Pangan melalui Pembelajaran Pertanian Berbasis Alam di Kabupaten Probolinggo”.

"Pesantren memiliki posisi strategis untuk menjadi pelopor kemandirian dan ketahanan pangan," kata Ketua Tim Guru Besar IPB Prof. Abdul Munif di Probolinggo.

Program tersebut mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, pesantren, kelompok tani dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas pertanian sekaligus mendorong penerapan metode pertanian yang lebih ramah lingkungan.

"Lingkungan pesantren mempunyai kedekatan dengan masyarakat pedesaan dan aktivitas pertanian sehingga memiliki modal sosial untuk mengembangkan gerakan tersebut," katanya.

Ia menjelaskan, edukasi yang diberikan tidak sebatas teknik bercocok tanam karena para peserta juga diperkenalkan dengan pentingnya ketahanan pangan, kemandirian pangan, regenerasi petani serta pertanian yang memperhatikan kesehatan tanah dan tanaman.

"Kami bermaksud memberikan gambaran tentang apa itu pertanian, pentingnya ketahanan pangan, kemandirian pangan dan regenerasi petani,” katanya.

Menurutnya, IPB melihat pesantren sebagai ruang strategis untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda dan hal itu penting karena sebagian generasi muda dari keluarga petani mulai enggan melanjutkan profesi orang tuanya.

"Melalui pendidikan pertanian, santri diharapkan memahami bahwa sektor pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, melainkan bidang yang dapat dikembangkan menjadi profesi dan kegiatan ekonomi yang menjanjikan," ujarnya.

Munif juga menekankan pentingnya pertanian ramah lingkungan, sehingga pesantren diharapkan tidak hanya berperan dalam penguatan ketahanan pangan, tetapi turut menanamkan kesadaran menjaga lingkungan kepada generasi muda.

Program Dosen Pulang Kampung IPB di Kabupaten Probolinggo diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang karena sinergi antara pesantren, pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan model pesantren mandiri pangan, memperkuat regenerasi petani, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi santri dan masyarakat.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abd. Ghafur menyambut positif program Dosen Pulang Kampung karena kegiatan itu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, masyarakat dan dunia usaha dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

"Dosen Pulang Kampung dari IPB merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, masyarakat dan dunia usaha, sehingga pihaknya berencana memperkuat kolaborasi melalui kerja sama resmi sehingga transfer pengetahuan dan pendampingan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Guru Besar IPB mendorong peningkatan konsumsi minyak sawit merah

Baca juga: Guru Besar IPB dorong antisipasi karhutla di periode Super El Nino

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |