PLN Watch: Pengembangan 100 GW PLTS bangun fondasi energi nasional

5 days ago 9

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PLN Watch, KRT Tohom Purba menilai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah progresif yang membangun fondasi energi nasional lebih tangguh.

“Ini bukan sekadar solusi jangka pendek, tetapi kesiapan menghadapi dinamika energi masa depan,” kata Tohom dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Baca juga: PLTS 100 GW dinilai perkuat ketahanan energi hadapi konflik geopolitik

Ia memandang integrasi PLTS dengan Battery Energy Storage System (BESS) sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas pasokan listrik berbasis energi bersih.

Menurut Tohom, dalam situasi ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat dan Israel yang berdampak signifikan terhadap stabilitas energi dunia, Indonesia harus mengambil langkah penguatan ketahanan energi domestik.

Oleh karena itu, ia menilai langkah PT PLN (Persero) dalam mendorong efisiensi energi serta mempercepat transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan strategi yang tepat dan berorientasi jangka panjang.

Tohom menyampaikan dinamika global saat ini tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi harga energi, tetapi juga menyangkut kendali atas sumber daya dan keberlanjutan ekonomi nasional.

“Negara yang mampu mengendalikan energinya akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat, dan PLN sedang bergerak ke arah tersebut,” ujarnya.

Baca juga: ESDM dongkrak penyerapan panel surya domestik lewat 100 GW PLTS

Baca juga: Kemenko Ekonomi: PLTS 100 GW buka peluang industri dalam negeri

Program dedieselisasi yang mengalihkan pembangkit diesel ke energi terbarukan juga dinilai mampu menekan impor bahan bakar sekaligus memperkuat neraca energi nasional.

Sementara itu, strategi co-firing biomassa pada PLTU dipandang sebagai pendekatan transisi yang realistis dan adaptif, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan komitmen lingkungan.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen energi global, tetapi harus menjadi produsen sekaligus inovator dalam energi bersih,” ujar Tohom.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |