PLN EPI pastikan infrastruktur dibarengi perlindungan ekosistem

3 hours ago 2
Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat

Jakarta (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memastikan keberadaan infrastruktur energi dibarengi perlindungan ekosistem di sekitar operasi perusahaan.

"Sebagai perusahaan yang mengelola rantai pasok energi primer untuk kelistrikan Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kehadiran infrastruktur energi juga dibarengi dengan perlindungan ekosistemnya," kata Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia mencontohkan PLN EPI menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui kegiatan bertajuk MenEPI untuk Bumi 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati.

Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, kelompok sadar wisata (pokdarwis), komunitas pesisir, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

Mamit mengatakan kawasan Pantai Induk Lombok dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan operasional pasokan energi primer PLN EPI sekaligus menjadi wilayah pesisir yang menghadapi tekanan abrasi yang cukup luas.

Jeranjang, lanjutnya, memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi primer nasional, karena PLN EPI memasok biomassa PLTU Jeranjang, yang menopang sekitar 20 persen kebutuhan listrik Pulau Lombok.

"Energi primer yang kami hadirkan tidak boleh mengorbankan kehidupan alam, namun tetap menjaga keberlangsungan ekosistem yang ada. Karena itu kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami untuk mengembalikan manfaat kepada kawasan pesisir,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pohon cemara udang dipilih karena memiliki fungsi ekologis penting dalam menjaga garis pantai.

Akar tanaman tersebut mampu membantu menahan abrasi, meredam terpaan angin pesisir, serta memperkuat ketahanan kawasan pantai terhadap gelombang laut.

Camat Gerung Fitriati Wahyuni menilai program penanaman pohon dan pemulihan kawasan pesisir menjadi langkah penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

"Kalau tempat wisata tumbuh kembali, UMKM juga akan bergerak dan dampaknya pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BLUD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Lombok, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Abdul Wahab mengatakan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci menjaga kawasan pesisir di tengah tantangan abrasi dan keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN EPI terhadap konservasi pesisir. Program seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan bagi generasi mendatang," katanya.

Program MenEPI untuk Bumi 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN EPI dalam mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke seluruh lini operasional perusahaan, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional energi primer nasional.

Baca juga: PLN: LNG jadi tulang punggung transisi energi nasional hingga 2034

Baca juga: PLN EPI proyeksikan permintaan gas naik 4,5 persen per tahun

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |