Pirelli batalkan tes uji coba imbas konflik AS-Iran

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Penyuplai ban Formula 1 Pirelli membatalkan tes uji coba ban Formula 1 di Bahrain International Circuit, Bahrain, Senin (2/3), imbas konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas.

Pirelli yang dijadwalkan menjalani sesi uji coba bersama dengan dua tim pabrikan, Mercedes dan McLaren, memutuskan untuk membatalkan sesi tersebut karena faktor keamanan.

“Dua hari uji coba pengembangan untuk ban basah yang dijadwalkan hari ini dan besok di Bahrain International Circuit dibatalkan karena alasan keamanan, menyusul situasi internasional saat ini,” tulis Pirelli dikutip dari Motorsport, Selasa.

Terbaru, Iran meluncurkan serangan rudal yang menyasar Pangkalan Udara Manama yang terletak sekitar 20 mil dari lokasi Bahrain International Circuit.

Kondisi yang belum stabil dan keamanan yang tidak terjamin membuat Pirelli memutuskan untuk membatalkan segala aktivitas mereka di Bahrain.

Baca juga: Sergio Perez komentari keputusan mantan timnya Red Bull pilih Hadjar

Saat ini tim pengembangan Pirelli masih terjebak di dalam hotel meski dalam situasi yang sudah aman.

“Semua staf Pirelli saat ini berada di hotel daerah Manama dan dalam kondisi aman. Saat ini perusahaan tengah bekerja keras untuk menyelamatkan mereka dan mengorganisir mereka untuk segera kembali ke Italia atau Inggris dalam waktu dekat,” tulis Pirelli.

Dampak memanasnya konflik AS-Iran bisa berpotensi mempengaruhi Formula 1 yang mempunyai lalu lintas penerbangan di daerah yang tengah berkonflik.

Selain itu terdapat sejumlah seri Formula 1 yang lokasinya berdekatan di daerah konflik yang melibatkan AS-Iran tersebut.

Saat ini FIA selaku pemangku kebijakan olahraga otomotif dunia masih belum mengambil keputusan terkait imbas dari konflik di daerah Teluk tersebut.

Baca juga: Pourchaire bangga jadi pembalap pengembangan Mercedes

Baca juga: Produser ungkap penyiapan sekuel film "F1"

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |