Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebhinnekaan adalah modal untuk membangun bangsa dan mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang dibangun di atas fondasi keberagaman.
"Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Menghormati sesama adalah kewajiban, bukan pilihan. Kerukunan antarumat beragama harus terus kita pupuk," kata Lestari dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia juga menilai momentum dua perayaan hari besar keagamaan yang hampir bersamaan merupakan berkah, sekaligus bukti nyata bahwa bangsa Indonesia hidup rukun dalam keberagaman.
Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu jatuh bertepatan dengan malam takbiran (19/3) bagi umat Islam yang diperkirakan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 20 Maret 2026.
Politisi yang akrab disapa Rerie itu menekankan, menghormati perbedaan adalah kewajiban setiap warga negara.
Baca juga: Berburu takjil jadi ruang toleransi di Maluku
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, kebhinnekaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa, bukan sebaliknya.
Survei yang dilakukan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag bekerja sama dengan Alvara Strategic Research pada 2025 mengungkapkan bahwa Generasi Z mencatat indeks toleransi tertinggi dengan skor 80,03 dalam indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan lain. Angka tersebut melampaui Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).
Catatan tersebut, menurut Rerie, harus menjadi pemicu bagi setiap anak bangsa untuk terus melestarikan nilai-nilai toleransi yang kita miliki.
"Capaian ini harus dirawat. Jangan sampai kita terpecah belah oleh perbedaan. Justru perbedaan harus kita satukan untuk kemajuan bangsa," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rerie mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia yang merayakannya.
"Semoga dengan nilai-nilai toleransi yang kuat dari setiap anak bangsa, Indonesia mampu menjawab berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di masa kini dan mendatang," tuturnya.
Baca juga: Lestari: Mudik Lebaran 2026 momentum pupuk persatuan dan toleransi
Baca juga: Warga Jakut diminta terus perkuat toleransi dalam keberagaman
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































