Peter Layardi kembalilan berkas pendaftaran Calon Ketua Umum PB PTMSI

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Peter Layardi Lay mengembalikan berkas pendaftaran Calon Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) masa bakti tahun 2026 – 2030 kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) PTMSI di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu.

Peter yang mengantongi total 34 dukungan dari Pengprov PTMSI menyerahkan secara lengkap berkas persyaratan administrasi pencalonan yang diterima langsung oleh TPP yang terdiri dari Ketua Dani Rotinsulu, Sekretaris Adrizal, dan Anggota Rudolof Agustinus Pattiasina.

“Agenda saya hari ini adalah mengembalikan berkas pendaftaran sekaligus melengkapi persyaratan sebagai bakal calon Ketua Umum PB PTMSI periode 2026 sampai 2030,” ujar Peter dalam keterangan resmi, Kamis.

Peter mengklaim bahwa masih ada tiga pengprov lagi yang akan memberikan dukungan penuh dalam pencalonannya, yang notabene telah memenuhi persyaratan ambang batas persyaratan dukungan dari pengprov yang diatur yakni sebanyak 12 pengprov.

“Sementara yang saya serahkan hari ini ada 34 dukungan. Masih ada beberapa yang sedang dikirim dan belum saya terima. Tim TPP juga memberikan kesempatan untuk melengkapi berkas hingga tanggal 3 Februari,” ujar Peter.

Peter menyebutkan bahwa secara keseluruhan dukungan yang masuk berpotensi mencapai 36 provinsi dari yang seharusnya 38 provinsi. Namun dua di antaranya diketahui tidak memiliki hak suara karena masa kepengurusan yang telah berakhir.

Terkait peluang terjadinya aklamasi, Peter menegaskan bahwa proses pencalonan tetap terbuka bagi siapa pun selama persyaratan terpenuhi.

“Selama prosesnya masih berjalan, siapa pun boleh mendaftar. Tidak ada pembatasan jumlah calon. Setahu saya minimal dukungan itu 12 dari 38 provinsi, dan itu sudah cukup moderat,” tegas Peter.

Menanggapi polarisasi Tenis Meja Indonesia, Peter mengungkapkan bahwa dukungan besar dari daerah tidak lepas dari harapan untuk menyelesaikan dinamika dan polarisasi yang selama ini terjadi di tenis meja Indonesia.

“Ini perjuangan yang mungkin dianggap belum selesai oleh teman-teman daerah. Kami tahu ada dinamika dengan munculnya pihak-pihak yang sejatinya adalah event organizer, namun kemudian diakui sebagai organisasi oleh pihak tertentu,” ujar Peter.

Peter mengatakan bahwa PB PTMSI merupakan satu-satunya induk organisasi tenis meja di Indonesia yang sah, berada di bawah KONI, dan telah berdiri lebih dari 50 tahun. Bahkan, menurutnya, status tersebut telah diuji hingga ke Mahkamah Agung.

Motivasi utama Peter untuk kembali mencalonkan diri adalah membawa tenis meja Indonesia kembali berprestasi di level internasional.

Baca juga: Marciano Norman apresiasi PB PTMSI gelar turnamen secara rutin

Baca juga: PB PTMSI pastikan pembinaan atlet berjalan meski tak jalankan pelatnas

Baca juga: IPL gantikan PTMSI sebagai federasi resmi tenis meja Indonesia

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |