Petani Sayur Matinggi Tapsel panen padi pascabencana

2 hours ago 2

Tolang Jae (ANTARA) - Petani Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), melakukan panen padi di sawah mereka yang tidak terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

“Alhamdulillah, sawah kami yang delapan pastag ini tidak terendam lumpur dan sekarang bisa panen,” kata petani Sayur Matinggi Masnelan Dalimunte di Tolang Jae,Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis.

Dia mengakui bersama keluarga sudah mulai memanen padi sejak Jumat (22/1) lalu hingga hari ini.

Menurut dia, panen saat ini memang kurang dibandingkan sebelum banjir terjadi. Pada hari normal, hasil panen dapat mencapai satu ton, atau lebih dari delapan petak sawah yang dimilikinya.

“Karena banjir dan aliran air ke sawah terputus, sawah jadi kering dan hasilnya kurang optimal,” ujar Masnelan.

Kendati demikian, dia tetap bersyukur karena lahan yang ditanami sejak 100 hari yang lalu itu tidak terdampak meskipun berada 100 meter dari Sungai Tolang yang terdampak banjir bandang.

“Di sebelah sana, semua sawah terendam lumpur dan tak bisa panen,” tutur Masnelan.

Padi tersebut kemudian dibawa ke rumah untuk dijual, sehingga dia mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terdampak banjir dan ikut mengungsi selama dua hari. Kami berharap kondisi semakin baik,” harap Masnelan.

Baca juga: Pemkab Tapsel petakan pemulihan lahan pertanian pascabencana

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara

melaporkan kerusakan lahan pertanian di daerah setempat akibat bencana hidrometeorologi dibagi ke dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.

Kategori berat terbagi menjadi dua, yakni lahan gagal panen tapi masih dapat ditanam pada tahun mendatang seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak dan tidak dapat digunakan lagi akibat tebalnya material yang mencapai 536 hektare.

Selanjutnya, lahan yang rusak sedang seluas 77 ha dan lahan yang rusak ringan seluas 1.053 hektare.

Dia juga mengungkapkan lahan yang rusak berat dan dapat kembali ditanami akan diberikan bantuan bibit, masing-masing 25 kilogram per hektare kepada petani.

“Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani," tutur Taufik.

Baca juga: Air siap minum pembangkit energi belajar siswa SD Aceh

Petani yang merupakan penyintas bencana banjir memanen padi dari sawah yang selamat dari bencana hidrometeorologi di Desa Tolang Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (28/1/2026). ANTARA/Mario Sofia Nasution.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya Aceh apresiasi BNPB percepat bangun 674 unit huntara

Baca juga: 23 satuan pendidikan di Nagan Raya sudah beraktivitas pascabencana

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |