Pesan Okto Maniani kepada pemain lokal Indonesia

3 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Mantan pemain timnas Indonesia Octavianus "Okto" Maniani memberikan pesan kepada pemain lokal agar mereka jangan sampai terlalu "santai".

Menurut Okto, jika pemain-pemain lokal terlalu "santai" dan tidak kerja keras, maka tidak ada lagi kesempatan untuk masuk timnas Indonesia.

"Saya bilang, kita jangan santai untuk pemain lokal. Kalau kita santai, selesai. Kita yang nggak punya kesempatan untuk bisa bermain untuk timnas," kata Okto ketika ditemui awak media termasuk ANTARA di Stadion ASOP, Jakarta Pusat, Selasa.

"Karena apa? Sepak bola sekarang kan sudah industri dan semua pemain yang dinaturalisasi pemain-pemain yang dia memang bermain di Eropa. Kita kalau lengah sedikit, selesai untuk kita, kita nggak bisa dipanggil untuk ke timnas. Karena apa? Persaingan," tambah dia.

Kehadiran Okto di Stadion ASIOP adalah untuk menjadi bintang tamu talkshow bertema "No Dream is Too Far. No Wait is Too Long" yang juga menghadirkan pemain timnas Egy Maulana Vikri.

Baca juga: Egy Maulana Vikri sambut positif persaingan ketat di timnas Indonesia

Talkshow ini adalah bagian dari aktivasi film dokumenter timnas Indonesia yang hampir menembus Piala Dunia 2026, berjudul The Longest Wait yang diproduksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures.

Selain talkshow, Okto juga hadir di sesi coaching clinic yang diikuti 45 pemain muda U15 di Stadion ASIOP.

Kepada awak media, Okto bercerita perjalanan karir sepak bola profesionalnya, di mana hanya dengan kerja keras dan bermain dengan hati seorang pemain bisa menjadi pesepak bola hebat.

"Itu kenapa harus kerja keras dan memang dengan hati untuk bisa menjadi pemain sepak bola yang hebat," kata Okto, pemain yang bersinar di Piala AFF 2010 tersebut.

Baca juga: Kesan pertama Egy Maulana Vikri tentang pelatih John Herdman

Baca juga: Film The Longest Wait hadirkan coaching clinic untuk pemain muda

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |