Pengelola terminal imbau sopir utamakan keselamatan selama arus mudik

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pengelola Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mengimbau para pengemudi Angkutan Lebaran 2026 untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan di saat jumlah penumpang meningkat.

“Pengemudi sudah dicek secara medis di lapangan, diingatkan nomor satu adalah keselamatan," kata Kepala Terminal Lebak Bulus Joni Budhi di Jakarta, Jumat.

Joni menegaskan bahwa kondisi kesehatan pengemudi menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Jika pengemudi mengantuk atau kelelahan maka dianjurkan beristirahat untuk memulihkan tenaga selama seharian berkendara.

"Misalkan kita sudah nggak kuat ya istirahat dulu, biar kerjaan banyak tapi kan nomor satu adalah keselamatan,” kata dia.

Baca juga: Penumpang Terminal Lebak Bulus mayoritas tujuan Cirebon

Jika ditemukan pengemudi dalam kondisi tidak sehat maka dapat digantikan oleh kru cadangan.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan melalui tes urine yang melibatkan sejumlah instansi. "Tes urine kita banyak sekali, dari BNN kemarin dua hari, lalu ada Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Jasa Raharja," katanya.

Diharapkan dengan berbagai upaya tersebut, arus mudik dapat berjalan aman dan terkendali. "Mudah-mudahan dengan kita persiapkan semua bisa terkendali, kita sudah memaksimalkan di sini kita tes sebanyak sebagai kita bisa," katanya.

Baca juga: Revitalisasi Terminal Lebak Bulus direncanakan pada 2027

Pengelola Terminal Lebak Bulus memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 di terminal itu terjadi pada Selasa-Rabu atau 17-18 Maret mengingat kenaikan jumlah penumpang berangkat.

Jumlah penumpang diperkirakan terus meningkat mendekati puncak arus mudik Lebaran.

Pihak terminal juga terus melakukan pemantauan dan memastikan kelancaran arus keberangkatan penumpang selama periode mudik berlangsung.

Pengelola Terminal Lebak Bulus berencana melakukan revitalisasi terminal itu pada 2027 guna meningkatkan kualitas layanan dan integrasi transportasi.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |