Pemukim Israel terus menyerang warga Palestina di Nablus, Tepi Barat

4 hours ago 2

Nablus (ANTARA) - Pemukim Israel menyerang warga Palestina di Kota Beita, Nablus selatan, Tepi Barat, Jumat (5/6) malam, demikian menurut berbagai sumber setempat.

Dilaporkan bahwa para pemukim menyerang warga dan juga harta benda mereka di daerah Al-Khalleh di pinggiran Gunung Sabih (Gunung Sbeih).

Kekerasan para pemukim terhadap warga Palestina beserta aksi perusakan terhadap properti mereka marak secara dramatis sejak dimulainya agresi Israel terhadap rakyat Palestina pada 7 Oktober 2023.

Kekerasan tanpa pandang bulu yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga sipil Palestina dan juga harta benda mereka telah menuai banyak kecaman.

Sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel yang dituding telah melakukan tindakan kekerasan terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Nablus adalah sebuah kota penting di wilayah utara Tepi Barat, Palestina. Berjarak sekitar 49 kilometer di utara Yerusalem, kota bersejarah tersebut terletak sedemikian strategis di lembah antara dua gunung, yakni Gunung Ebal dan Gunung Gerizim (Jirzim), dengan Gunung Sabih terletak tepat di sebelah selatan kota Nablus.

Wilayah sekitar Gunung Sabih telah menjadi pusat ketegangan dan konflik akibat pendudukan dan upaya pembangunan pos pemukiman ilegal Israel, yang dikenal dengan nama Evyatar, di puncaknya. Penduduk setempat secara konsisten melakukan aksi protes untuk mempertahankan tanah mereka dari penyitaan pemukim Israel.

Nablus juga berfungsi sebagai salah satu pusat komersial dan kebudayaan terbesar bagi warga Palestina. Kota ini terkenal dengan warisan arsitektur klasiknya, industri tradisional seperti produksi sabun zaitun dan makanan manis (termasuk Kinafeh), serta menjadi lokasi dari Universitas Nasional An-Najah.

Sumber: WAFA-OANA

Baca juga: Lebih dari 23.000 warga Palestina di Tepi Barat ditangkap Zionis

Baca juga: UE: Permukiman baru Israel di Tepi Barat ilegal, hambat perdamaian

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |