Sebanyak 391 kereta hasil pengadaan PT INKA telah melayani pelanggan, bagian dari program modernisasi sarana senilai Rp5,5 triliun yang berlangsung hingga 2027
Jakarta (ANTARA) - Transformasi layanan kereta api terus berlanjut seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang nyaman, aman, dan modern. Salah satu perubahan yang kini semakin dirasakan pelanggan adalah hadirnya rangkaian Stainless Steel New Generation yang secara bertahap memperbarui layanan kereta api jarak jauh di berbagai relasi.
Sejak tahun 2023, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan program pengadaan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation hasil produksi PT INKA (Persero). Program tersebut merupakan bagian dari modernisasi sarana penumpang yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2027 dengan nilai kontrak mencapai Rp5,505 triliun.
Hingga saat ini, sebanyak 39 trainset atau 391 kereta Stainless Steel New Generation telah diserahterimakan dan beroperasi melayani pelanggan. Jumlah tersebut merupakan bagian dari realisasi pengadaan yang terus berjalan secara bertahap hingga seluruh program selesai pada tahun 2027.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa program pengadaan New Generation menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman perjalanan pelanggan.
“Program pengadaan 612 kereta New Generation merupakan investasi jangka panjang KAI untuk memperbarui sarana penumpang secara bertahap. Setiap trainset yang beroperasi menghadirkan standar kenyamanan yang lebih baik dan menjadi bagian dari pengembangan layanan yang terus kami lakukan,” ujar Anne.
Rangkaian Stainless Steel New Generation hadir dengan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pelanggan, mulai dari kursi ergonomis, reclining seat hingga 135 derajat, revolving seat yang dapat disesuaikan dengan arah perjalanan, legroom yang lebih luas, foot rest, meja lipat, USB port dan stop kontak di setiap kursi, hingga pintu geser otomatis.
Pada sejumlah layanan, pelanggan juga dapat menikmati fasilitas tambahan seperti Passenger Information Display System (PIDS), kabin yang lebih senyap, toilet dengan foot washer, musala, baby care desk atau meja ganti popok bayi, serta selimut untuk perjalanan malam dengan waktu tempuh tertentu.
Anne menjelaskan bahwa proses pengadaan dan pengoperasian rangkaian New Generation turut menghasilkan berbagai masukan yang menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sarana berikutnya.
“Selama proses delivery dan pengoperasian rangkaian New Generation, kami menerima banyak masukan dari pelanggan maupun petugas operasional. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama sehingga penyempurnaan terus dilakukan pada trainset-trainset berikutnya,” kata Anne.
Menurut Anne, penyempurnaan dilakukan secara bertahap pada berbagai aspek yang berkaitan dengan kenyamanan pelanggan, mulai dari detail interior, konfigurasi ruang pelanggan, fasilitas pendukung perjalanan, hingga komponen sarana lainnya yang memengaruhi pengalaman selama berada di dalam kereta.
Program pengadaan 612 kereta tersebut terdiri atas 297 kereta kelas eksekutif, 199 kereta ekonomi, 57 kereta makan, 57 kereta pembangkit, serta 2 kereta bagasi.
Modernisasi sarana tersebut kini telah menjangkau berbagai segmen layanan, mulai dari kelas eksekutif, kelas campuran eksekutif dan ekonomi, hingga layanan ekonomi. Dengan semakin luasnya cakupan relasi yang menggunakan rangkaian New Generation, semakin banyak pelanggan dapat menikmati standar kenyamanan yang lebih tinggi selama perjalanan.
Untuk layanan kelas eksekutif, rangkaian Stainless Steel New Generation telah digunakan pada:
* KA Argo Dwipangga relasi Gambir–Solo Balapan (PP)
* KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo Balapan (PP)
* KA Argo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi (PP)
* KA Argo Sindoro relasi Gambir–Semarang Tawang (PP)
* KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP)
* KA Argo Semeru relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP)
* KA Bima relasi Gambir–Surabaya Gubeng (PP)
* KA Taksaka relasi Gambir–Yogyakarta (PP)
* KA Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang (PP)
* KA Turangga relasi Surabaya Gubeng–Bandung (PP)
* KA Parahyangan relasi Bandung–Gambir (PP)
* KA Gajayana relasi Malang–Gambir (PP)
Sementara itu, layanan kelas campuran eksekutif dan ekonomi telah hadir pada:
* KA Lodaya relasi Bandung–Solo Balapan (PP)
* KA Mataram relasi Pasarsenen–Solo Balapan (PP)
* KA Bogowonto relasi Pasarsenen–Lempuyangan (PP)
* KA Batavia relasi Gambir–Solo Balapan (PP)
* KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi (PP)
* KA Jayabaya relasi Pasarsenen–Malang (PP)
* KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng (PP)
* KA Fajar Utama Solo relasi Pasarsenen–Solo Balapan
* KA Senja Utama Solo relasi Solo Balapan–Pasarsenen
* KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal (PP)
* KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember (PP)
* KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon–Gambir (PP)
* KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen (PP)
* KA Singasari relasi Blitar–Pasarsenen (PP)
Adapun untuk layanan ekonomi Stainless Steel New Generation saat ini telah beroperasi pada:
* KA Jaka Tingkir relasi Pasarsenen–Solo Balapan (PP)
* KA Progo relasi Pasarsenen–Lempuyangan (PP)
* KA Majapahit relasi Pasarsenen–Malang (PP)
Anne menambahkan bahwa target penyelesaian program pengadaan hingga 2027 akan semakin memperluas jangkauan layanan Stainless Steel New Generation di berbagai relasi kereta api.
“Pelanggan saat ini semakin memperhatikan kualitas pengalaman perjalanan. Karena itu, KAI terus melakukan pengembangan sarana secara berkelanjutan. Seiring bertambahnya jumlah trainset yang diterima dan dioperasikan hingga seluruh program selesai, semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan dengan standar kenyamanan New Generation,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































