Pemprov Gorontalo melepasliarkan burung dan penyu untuk jaga ekosistem

2 hours ago 4

Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kejaksaan Agung melakukan pelepasliaran burung dan penyu di Pantai Boliohuto, Kabupaten Boalemo, Kamis, sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan keberlanjutan ekosistem.

Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani. Pelepasliaran satwa menjadi momentum untuk mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta melindungi satwa yang keberadaannya semakin terancam.

Gusnar mengatakan pelepasliaran penyu memiliki arti penting karena satwa tersebut semakin langka dan membutuhkan perlindungan. Ancaman predator di alam membuat anak penyu sulit bertahan hidup sehingga diperlukan upaya penangkaran untuk membantu meningkatkan peluang kelangsungan hidupnya.

“Kita cari yang kecil-kecil itu sudah susah sekali kecuali dibantu oleh manusia sebagai penangkar sehingga dia diamankan. Sebab itu harap maklum kalau Pak Kajati harus cari di Sulawesi Utara, agak jauh dari tempat penyu-penyu seperti ini, tapi sebagian juga ada di Gorontalo,” kata Gusnar.

Baca juga: BKSDA Gorontalo intensifkan sosialisasi pelestarian penyu

Menurut Gusnar, pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Upaya menjaga satwa dan ekosistem dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan di Gorontalo tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Reda Manthovani mengatakan pelepasliaran satwa merupakan kegiatan yang kerap dilakukannya ketika berkunjung ke berbagai daerah. Pelepasliaran burung dan penyu serta penanaman bakau, menurutnya, menjadi simbol kepedulian terhadap unsur udara, air, dan tanah.

“Harapannya kepada bapak ibu semua yang hadir lebih bagus lagi kalau ada anak kecil supaya tertanam di memorinya bahwa menjaga atau berempati terhadap sesama makhluk itu adalah pembentukan karakter sehingga kita tidak saling merusak ke depannya,” kata Reda.

Reda berharap pemerintah daerah dapat menjadikan kegiatan pelestarian lingkungan sebagai budaya dengan melibatkan anak-anak sejak dini. Pengalaman langsung dalam menjaga alam dinilai penting untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan membentuk karakter generasi mendatang.

Baca juga: Ribuan burung dilepaskan di Tahura Sultan Adam Kalsel

Ia menilai kepedulian terhadap sesama makhluk hidup perlu ditanamkan melalui pengalaman sejak kecil sehingga menjadi bagian dari memori emosional dan dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam menjaga lingkungan.

Pelepasliaran penyu oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani di Pantai Boliohuto, Kabupaten Boalemo, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Diskominfotik Gorontalo

Pewarta: Faradila Alim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |