Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menginformasikan sebanyak 254 warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai Bremi di wilayah Pabean masih bertahan di lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Budi Suheryanto di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa penanganan tanggul sungai itu menunjukkan perkembangan positif dan kini masih dalam tahap perapian.
"Ratusan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu kondisi genangan air benar-benar surut," katanya.
Baca juga: Pekalongan perpanjang status tanggap darurat bencana banjir
Menurut dia, para pengungsi tersebar di beberapa lokasi, seperti di eks aula Kelurahan Kraton Kidul sebanyak 116 jiwa, aula Kelurahan Pasirkratonkramat 79 jiwa, TPQ Madinatul Ulum 50 jiwa, serta aula Kecamatan Pekalongan Barat sembilan jiwa.
"Namun, alhamdulillah tanggul Pabean sudah diperbaiki, tinggal dirapikan saja. Mudah-mudahan tidak jebol lagi dan kini tinggal menunggu air surut di wilayah Pasirsari dengan menggunakan bantuan pompa air," katanya.
Ia mengatakan masyarakat mulai mengungsi sejak Jumat (27/3) menyusul meningkatnya debit air yang menggenangi pemukiman warga di wilayah Pasirsari, Kelurahan Pasirkratonkramat.
Berdasarkan kronologis kejadian, tanggul sisi timur Sungai Bremi yang berada di wilayah Pabean jebol pada Kamis (26/3) mengalami kerusakan bangunan sekitar 15 meter dengan lebar tiga meter dan tinggi dua meter.
Kerusakan tanggul itu menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi daratan di sekitar kawasan tersebut meskipun saat itu kondisi cuaca dilaporkan cerah tanpa hujan.
Baca juga: Jateng respons cepat penanganan darurat peninggian tanggul sungai
"Selain itu, kami melakukan koordinasi lintas sektor guna mengoptimalkan penanganan darurat secara terpadu," katanya.
Ia menambahkan pemerintah bersama TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta sukarelawan juga mengaktifkan posko kebencanaan, menyediakan layanan data dan informasi, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, termasuk logistik dan layanan kesehatan.
Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































