Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mengerahkan sebanyak 177 petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
"Saya baru saja kemarin mewakili Pak Wali Kota untuk melepas petugas pemeriksa hewan kurban yang jumlahnya sebanyak 177 orang," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur Fauzi di Jakarta, Selasa.
Ratusan petugas yang diterjunkan itu terdiri dari dokter hewan, pemeriksa hewan, serta petugas kesehatan lainnya yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Para petugas tersebut disebar di 10 kecamatan setempat untuk memastikan hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Setiap petugas pemeriksa hewan kurban diberikan kalung penanda dan perlengkapan berupa baju serta pisau untuk bertugas.
Fauzi menjelaskan para petugas itu nantinya bertugas di lebih dari 250 lokasi penyembelihan hewan kurban yang tersebar di wilayah Jakarta Timur.
"Nah, mereka nanti akan bertugas di kurang lebih sekitar 250 lebih lokasi yang akan diselenggarakan penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur," jelas Fauzi.
Menurut dia, keberadaan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat agar hewan yang disembelih benar-benar sehat dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi.
Baca juga: Pemkot Jaktim soroti pentingnya pelatihan manajemen kurban
Selain memeriksa kondisi hewan kurban, petugas juga melakukan pengawasan terhadap lingkungan di sekitar lokasi penyembelihan guna memastikan proses kurban berjalan sesuai standar kesehatan dan kebersihan.
"Tugas mereka juga kemudian lingkungan sekitarnya yang akan jadi tempat pelaksanaan kurban itu, mereka ikut bertanggung jawab untuk memeriksa," ucap Fauzi.
Lebih lanjut, dia menilai kesadaran masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebutkan masyarakat kini mulai memahami ciri-ciri hewan yang layak dijadikan kurban.
"Pengalaman pada tahun lalu, Alhamdulillah, berjalan lancar, ya, berjalan baik. Saya kira masyarakat pun sudah memiliki kesadaran yang cukup ketika dia membeli, memesan hewan kurban, mereka juga sudah paham nampaknya ketika akan memilih mana hewan yang sehat," ujar Fauzi.
Meski demikian, sambung dia, kehadiran petugas kesehatan hewan tetap dibutuhkan sebagai bentuk pengawasan guna memastikan hewan kurban benar-benar sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
"Dan yang terlebih penting lagi, masyarakat ketika menerima daging kurban, mereka bisa merasakan bahwa ini adalah daging yang layak konsumsi," ungkap Fauzi.
Dia pun berharap pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, sehat, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat penerima daging kurban.
Baca juga: Sudin KPKP Jaktim pasang stiker SKKH di lokasi penjualan hewan kurban
Baca juga: Pemkot Jaktim bekali panitia kurban jelang Idul Adha 1447 H
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































