Guru besar UI tekankan strategi adaptif agar UMKM mampu bertahan

2 hours ago 2

Depok (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Rifelly Dewi Astuti mengungkapkan pentingnya strategi adaptif sebagai pendekatan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam menghadapi perubahan pasar yang semakin cepat, disruptif, dan penuh ketidakpastian.

Prof. Rifelly di Kampus UI Depok, Selasa menyoroti perkembangan teknologi digital yang mengubah cara nilai diciptakan, dikomunikasikan, dan dipertukarkan di pasar.

Ia juga menilai perilaku konsumen yang kini berubah signifikan, dari sekadar penerima nilai menjadi co-creator of value yang aktif membentuk pengalaman dan identitas merek.

Perubahan ini menuntut UMKM untuk menerapkan strategi pemasaran yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pasar.

Baca juga: BI yakin kenaikan BI-Rate ke 5,25 persen tak memberatkan debitur UMKM

Menurutnya, UMKM di Indonesia memiliki karakteristik adaptif yang berbeda dibandingkan perusahaan besar. Dalam keterbatasan sumber daya, keputusan pemasaran UMKM kerap dilakukan secara fleksibel dengan mengandalkan intuisi, pengalaman, dan respons cepat terhadap perubahan pasar.

Pendekatan tersebut berkembang menjadi pemasaran entrepreneurial yang mengintegrasikan prinsip kewirausahaan dan aktivitas pemasaran untuk menciptakan nilai melalui inovasi dan pemanfaatan peluang secara kreatif.

Entrepreneurial diwujudkan melalui tujuh dimensi utama, yakni customer focus (fokus ke pelanggan), innovativeness (inovasi), value creation (cipta nilai), opportunity focus (fokus ke peluang), proactiveness (proaktif), calculated risk-taking (berani ambil risiko terukur), dan resource leveraging.

Orientasi pelanggan memungkinkan UMKM membangun hubungan personel dan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam, sementara inovasi membantu UMKM tetap relevan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |