Jakarta (ANTARA) - Pengelola Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan, menyiapkan rekayasa lokasi pelaksanaan shalat Idul Adha 1447 Hijriah apabila terjadi hujan.
“Adapun persiapannya kami seperti biasa. Kami ada persiapan teknis, kemudian persiapan para petugas, kemudian persiapan kemungkinan-kemungkinan terjadi cuaca juga,” kata Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai antisipasi teknis, termasuk kemungkinan cuaca buruk.
Tatang menyebutkan panitia Idul Adha telah dibentuk sejak jauh hari, dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Masjid Agung Al-Azhar.
Menurut dia, apabila cuaca mendukung, maka pelaksanaan shalat akan difokuskan di lapangan utama masjid.
Namun apabila hujan turun dan kondisi lapangan dinilai tidak nyaman bagi jamaah, maka pelaksanaan shalat akan dipindahkan ke area dalam masjid dan sejumlah lokasi lain di kompleks Al-Azhar.
“Kalau cuacanya memang tidak begitu memberikan kenyamanan, becek atau bagaimana lapangannya, kita akan kembali ke masjid dan beberapa area yang kita miliki,” ungkap Tatang.
Masjid Agung Al-Azhar menargetkan kapasitas sebanyak 12 ribu sampai 13 ribu jamaah pada pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini.
Pengelola Masjid Agung Al-Azhar juga menunjuk mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sekaligus mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin sebagai khatib shalat Idul Adha 1447 Hijriah.
Baca juga: Din Syamsuddin jadi khatib Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Baca juga: Pemprov DKI perketat pengawasan hewan kurban antisipasi PMK dan LSD
Baca juga: Pemprov DKI latih 80 orang juru sembelih halal tahun ini
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































