Pemkot Jaktim bantu penyintas banjir di Balekambang

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Sosial (Sudinsos) memberikan bantuan kepada penyintas banjir di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati.

"Pada pagi hari, bantuan yang disalurkan berupa bantuan natura. Kemudian, pada siang hari akan dilanjutkan dengan pemberian makanan siap santap dan air mineral," kata Kepala Sudinsos Jakarta Timur Agata Bayu Putra di Jakarta, Kamis.

Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan dari pihak kelurahan setempat.

"Bantuan diberikan karena adanya warga yang terdampak genangan akibat luapan Kali Ciliwung," ujar Agata.

Dia menjelaskan bantuan natura yang diberikan itu meliputi beras kemasan lima kilogram sebanyak 30 kantong, minyak goreng kemasan dua liter sebanyak 30 kantong, kecap manis 30 botol, biskuit 60 pak, dan ikan sarden 60 kaleng.

"Kami juga menyerahkan bantuan mi instan 30 dus, serta goodie bag sebanyak 30 buah. Seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada pihak kelurahan untuk kemudian dibagikan kepada warga penyintas genangan," jelas Agata.

Selain itu, dia menambahkan makanan siap santap yang akan didistribusikan sebanyak 550 boks beserta air mineral.

"Semoga bantuan yang diberikan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas genangan," ucap Agata.

Baca juga: Luapan kali rendam ratusan rumah di Cakung Timur Jaktim

Sementara itu, Lurah Balekambang Herman Triono menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Sudinsos Jakarta Timur kepada warganya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Sudin Sosial yang telah memberikan bantuan bagi warga penyintas genangan," ungkap Herman.

Dia menjelaskan genangan akibat luapan Kali Ciliwung mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah RW 01 dan RW 05 dengan ketinggian air berkisar antara 30-50 sentimeter (cm).

"Kami mengerahkan sekitar 30 personel gabungan dari unsur Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), petugas PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum), Satgas Sumber Daya Air (SDA), Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk membantu warga," tutur Herman.

Menurut dia, tidak terdapat pengungsi sampai dengan saat ini, namun warga tetap diimbau agar waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila genangan semakin tinggi.

Baca juga: Banjir hambat aktivitas pagi di Pulogadung Jaktim

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 17 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur (Jaktim) dan Jakarta Barat (Jakbar) terendam banjir dengan ketinggian air mulai dari 30 cm hingga 1,5 meter.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah permukiman warga di kedua wilayah itu disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (28/1), sehingga menyebabkan kenaikan air di Bendung Katulampa menjadi Waspada/Siaga 3.

Kemudian, lanjut Yohan, beberapa pos pantau juga menunjukkan peningkatan debit air sehingga menyebabkan Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan meluap dan mengakibatkan 17 RT terendam banjir.

Terkait ketinggian air yang masuk ke pemukiman penduduk, kata dia, khususnya di Jakarta Timur, mencapai 1,3-1,5 meter sedangkan di Jakarta Barat rerata 30 cm.

"Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ciliwung serta Kali Pesanggrahan," ujar Yohan.

Baca juga: Banjir 50 cm rendam Jalan DI Panjaitan Jatinegara Jaktim

Baca juga: Banjir 135 cm rendam Kebon Pala, warga bertahan di lantai dua

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |