Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menanam bawang dan jagung secara serentak di 187 lokasi untuk ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan lahan produktif.
"Lahan tidak terpakai dapat menjadi ruang produksi pangan yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan sejahtera.
Menurut dia, di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, serta dinamika kebutuhan pangan masyarakat perkotaan, diperlukan inovasi untuk memanfaatkan setiap ruang yang tersedia agar menjadi lahan produktif.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan, TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), kelompok urban farming, serta seluruh unsur lainnya yang telah menunjukkan komitmen dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan ini," ucap Syafrin.
Dia pun berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi juga menumbuhkan semangat menanam di tengah masyarakat.
Kolaborasi yang sudah terbangun, kata dia, harus terus dipelihara dan ditingkatkan demi mewujudkan Jakarta Selatan yang semakin maju, lestari, dan tangguh dalam mendukung ketahanan pangan.
Baca juga: KPKP Jaksel dorong ketahanan pangan lewat bazar UMKM dan urban farming
Sementara itu, Ketua TP PKK setempat Azizah Syafrin menjelaskan lokasi tanam terdiri dari 75 lokasi Taman Hatinya PKK, 62 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan 50 lokasi penggiat urban farming.
"Antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi bukti upaya membangun ketahanan pangan dapat dilakukan secara kolaboratif, mulai dari tingkat keluarga hingga tingkat kota," tutur Azizah.
Untuk itu, dia mengajak seluruh kader PKK, pengelola RPTRA, penggiat urban farming, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tanam serentak itu.
"Khusus untuk pengelola RPTRA, saya akan memantau dan melihat langsung bagaimana perkembangan tanaman bawang dan jagung kita nantinya," ungkap Azizah.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan Ridho Sosro menambahkan dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman sekitar 325 kilogram umbi bawang merah. benih jagung manis sebanyak 17.500 butir dan jagung ketan sebanyak 4.000 butir.
"Melalui upaya ini, diharapkan tercipta budaya menanam di lingkungan masyarakat, meningkatnya ketersediaan pangan keluarga, bertambahnya kawasan pertanian perkotaan yang produktif, serta tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama," pungkas Ridho.
Baca juga: Jaksel pastikan produk pangan di pasar tradisional aman dikonsumsi
Baca juga: Pemkot Jaksel tanam padi dalam galon bekas di Pasar Minggu
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































