Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat mendistribusikan 499 tabung alat pemadam api ringan (APAR) kepada 404 RT di Kecamatan Tambora sebagai upaya memperkuat sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran di kawasan padat penduduk tersebut.
“Selain APAR yang didistribusikan oleh Sudin Gulkarmat, terdapat pula 1.264 tabung APAR mandiri CSR yang tersebar di wilayah Kecamatan Tambora,” kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Barat, Suheri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Suheri mengatakan penyediaan sarana dan prasarana pencegahan serta penanggulangan kebakaran di Tambora hingga kini masih menghadapi sejumlah kesenjangan.
Ia menegaskan, penguatan masih dibutuhkan, khususnya untuk pos pemadam kebakaran, APAR, hidran mandiri, sumber air pemadaman, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran.
“Pemeriksaan, pemeliharaan, pengisian ulang, serta servis harus dilakukan secara berkala agar APAR dapat digunakan secara optimal ketika terjadi kebakaran,” ujar Suheri.
Menurut dia, masyarakat di permukiman padat penduduk perlu perlu mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan APAR yang tepat sehingga mampu melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
“Kecamatan Tambora juga mendapatkan rencana tambahan distribusi sebanyak 142 tabung APAR. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 tabung dialokasikan untuk Kelurahan Duri Utara,” ungkapnya.
Di sisi lain, kata Suheri, ketersediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman di Kecamatan Tambora masih perlu diperkuat. Saat ini, wilayah tersebut baru memiliki satu hidran mandiri yang berada di Kelurahan Duri Utara.
Menurut Suheri, penguatan sarana pemadaman harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Salah satunya melalui keberadaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR).
“Saat ini terdapat 488 personel REDKAR di Kecamatan Tambora. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 orang berada di Kelurahan Duri Utara,” ujar Suheri.
Pada Tahun Anggaran 2026, pembinaan REDKAR akan dilaksanakan di empat kelurahan di Kecamatan Tambora.
Pembinaan tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan para relawan dalam melakukan tindakan awal ketika terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
“Dari 96 RW di Kecamatan Tambora, sebanyak 79 RW telah mendapatkan sosialisasi. Sementara 17 RW lainnya masih perlu dituntaskan,” ucap dia.
Baca juga: Polisi sebut kebakaran di Matraman Jaktim hanguskan tiga rumah
Baca juga: Kebakaran rumah di Matraman Jaktim diduga akibat korsleting listrik
Baca juga: 90 personel Gulkarmat padamkan kebakaran rumah di Jaktim
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































