Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau berhasil memadamkan api yang telah membakar hutan dan lahan seluas empat hektare serta gudang pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Didamkarmat) Kabupaten Natuna Syawal dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan lokasi kebakaran berada di Kecamatan Bunguran Selatan, yang merupakan wilayah rawan terbakar.
Informasi kebakaran diketahui Disdamkarmat pada Jumat (17/4) siang, dan langsung melakukan pemadaman setelah kurang lebih 30 menit perjalanan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman diperkirakan memakan waktu enam jam 42 menit.
"Selain lahan, gudang puskesmas juga terbakar, isi di dalam gudang ada berkas-berkas dan sebagian obat-obatan," ucapnya.
Baca juga: DKI kemarin, sekolah swasta gratis hingga penangkapan ikan sapu-sapu
Gudang puskesmas terdampak kebakaran, karena berada di area kebakaran. Api masuk dalam gudang melalui vegetasi yang mengering di sekitar gudang. Meski demikian gedung gudang tidak rusak, melainkan hanya isi di dalam.
Vegetasi di Natuna, banyak yang mengering, akibat fenomena El-nino. El-nino mengakibatkan Natuna jarang diguyur hujan, hal ini membuat vegetasi kekurangan asupan air dan akhirnya mengering dan mati. Kondisi demikian, menyebabkan potensi kebakaran lebih besar, dan api lebih cepat merambat.
"Dalam operasi itu kita mengerahkan dua mobil pemadam," katanya.
Pihaknya lanjut dia, mendapatkan tantangan dalam proses pemadaman karena akses sumber air yang jauh dan akses masuk ke lokasi yang sulit. Dalam operasi kebakaran itu, Disdamkarmat Natuna dibantu oleh TNI, Polri dan staf Kantor Camat Bunguran Selatan. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, dan penyebab kebakaran belum diketahui
"Pemadaman selesai pada pukul 18.59 WIB, setelah 15 menit armada kembali ke markas komando," ujar dia.
Baca juga: Puslabfor temukan cairan mudah terbakar dalam kebakaran yang tewaskan satu keluarga
Pewarta: Muhamad Nurman
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































