Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyampaikan acara Festival Cokelat 4.0 menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi komoditas kakao sekaligus mendorong sinergi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di Gunungkidul, Jumat, mengatakan festival tersebut menjadi bukti bahwa komoditas kakao lokal memiliki kualitas unggul dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat serta mampu memberikan nilai tambah dengan hilirisasi.
"Festival Cokelat 4.0 merupakan wujud integrasi sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, sekaligus membuktikan komoditas lokal memiliki kualitas unggul yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Menurut Endah, petani merupakan ujung tombak hilirisasi sektor perkebunan dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.
Baca juga: DIY lepasliarkan 101 tukik di Pantai Wediombo Gunungkidul
Ia pun mengutip pidato Presiden pertama RI Soekarno dalam Deklarasi Ekonomi pada 28 Maret 1963 mengenai pentingnya pembangunan sektor pertanian.
"Kita harus mengutamakan pertanian dan perkebunan, yang tentunya hanya dapat memberikan hasil sebesar-besarnya jika dikerjakan atas dasar kegotongroyongan antara massa rakyat dan pemerintah sebagai syarat untuk menimbulkan dan menyalurkan daya kerja dan daya kreatif rakyat secara maksimal," ujarnya mengutip pidato Bung Karno.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan Festival Cokelat 4.0 bukan sekadar agenda pariwisata, melainkan upaya bersama menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Gunungkidul.
Menurut dia, Gunungkidul memiliki potensi besar melalui kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
"Gunungkidul memiliki anugerah bentang alam yang unik melalui kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark," katanya.
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































