Pemerintah percepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik

5 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan tingginya konsumsi energi, khususnya dari sumber fosil, mendorong pemerintah semakin serius mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional sebagai langkah menuju transisi energi bersih.

Ia menyebutkan upaya tersebut dilakukan melalui penguatan industri, penyediaan infrastruktur pendukung, serta pemberian insentif guna memperluas adopsi kendaraan listrik secara terintegrasi sekaligus memperkuat kemandirian energi.

Dalam siaran pers Kementerian ESDM yang dikutip di Jakarta, Jumat, Menteri Bahlil mengatakan fokus pemerintah saat ini adalah membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi agar implementasinya berjalan lebih luas dan efektif di lapangan.

"Kami mendorong pemanfaatan energi bersih dan terbarukan ini lebih cepat dijalankan, termasuk melalui elektrifikasi di sektor transportasi," kata Bahlil usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik produksi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan pemerintah tengah menyiapkan berbagai kemudahan serta insentif untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut agar sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

"Yang penting implementasinya bisa jalan di lapangan. Kita dorong terus supaya realisasinya sesuai target," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi negara yang ingin benar-benar merdeka.

Menurutnya, transisi menuju energi bersih merupakan langkah strategis yang tidak dapat ditunda.

"Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon," ujar Prabowo.

Presiden menekankan bahwa energi merupakan salah satu sektor paling strategis bagi keberlangsungan sebuah negara, selain pangan.

Oleh karena itu, Indonesia harus mampu mandiri agar tetap kuat dan berdaulat di tengah dinamika global.

Baca juga: Prabowo sebut Indonesia tak perlu impor BBM dalam tiga tahun

Baca juga: Menteri Bahlil ajak masyarakat terapkan kebiasaan hemat energi

Baca juga: ESDM: Pemerintah lakukan mitigasi, pasokan BBM dan LPG tetap aman

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |