Jakarta (ANTARA) - Pembangunan jalan layang (flyover) Latumenten, Jakarta Barat telah memasuki tahap pengeboran fondasi borepile (berbentuk tiang panjang), pekerjaan detour lanjutan (pengalihan lalu-lintas), serta drainase hearth (struktur saluran air).
"Rencananya di pekan ini akan dilaksanakan sejumlah kegiatan antara lain pengeboran fondasi borepile, pekerjaan detour lanjutan dan perapian drainase," kata kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Siti mengatakan, pengerjaan proyek senilai Rp494 miliar itu memasuki pekan ke-12 sejak dimulai pada 24 Oktober 2025 lalu.
"Sebagai informasi tambahan, rencana pelaksanaannya ditargetkan berlangsung selama 418 hari," kata Siti.
Sejumlah tahap pembangunan pun telah dirampungkan, mulai dari investigasi tanah, perencanaan geometrik, pekerjaan detour sebagai akses selama pelaksanaan hingga pengecoran jalan akses selama pelaksanaan.
Sebelumnya, Kepala Sub Kelompok Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Mahendra, menyebut flyover itu akan dibangun sepanjang 380 meter dari sisi selatan hingga sisi utara Stasiun Grogol.
Nantinya, Jalan Latumenten hanya akan digunakan untuk akses kendaraan umum seperti Transjakarta, Jaklingko, hingga kereta Commuter Line.
Sementara, kendaraan pribadi seperti motor dan mobil akan dialihkan untuk melintas di atas flyover.
Adapun, Pemprov DKI juga akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan konsep skywalk berbayar untuk akses pejalan kaki—serupa skywalk di Bundaran HI.
Baca juga: 17 bangunan dibongkar untuk pembangunan jalan layang Latumenten Jakbar
Baca juga: Wali Kota Jakbar berharap "flyover" Latumenten kurangi kemacetan
Baca juga: Sudah ada pemenang lelang, "Flyover" Latumenten segera dibangun
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































