Pembacaan Sejarah dengan lima dialek Sunda warnai HUT Jawa Barat

2 days ago 10

Bandung (ANTARA) - Pembacaan sejarah berdirinya Provinsi Jawa Barat dengan lima dialek Bahasa Sunda, mewarnai perayaan HUT ke-81 provinsi itu pada paripurna yang digelar di halaman Gedung Sate-Gasibu (Pasanggrahan Pancarasa) Bandung, Rabu.

Pembacaan sejarah Provinsi Jawa Barat dengan berbagai dialek ini secara lengkap, yakni Bahasa Sunda Kulon oleh Suyedi, Sunda Betawi oleh Abdul Khoir, Sunda Cirebon oleh Dedi Setiawan, Sunda Dermayu oleh Supalikasin, dan Godi Suwarna membawakan Bahasa Sunda Priangan.

Sejarah berdirinya Provinsi Jawa Barat ini dibacakan mulai dari periode penjajahan Jepang, persiapan kemerdekaan, proklamasi 17 Agustus 1945, berdirinya Provinsi Jawa Barat dua hari kemudian, dan perkembangannya hingga saat ini serta harapan yang disampaikan.

Baca juga: Wagub: Museum Gedung Sate jadi sumber sejarah

Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Goena mengatakan rapat paripurna hari ini adalah untuk memperingati hari jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat, karenanya DPRD Jawa Barat mengucapkan selamat hari jadi kepada seluruh masyarakat provinsi ini.

"Selanjutnya, kami sampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas perjuangan para pendahulu kita yang telah memperjuangkan Jawa Barat," kata Buky.

Buky menjelaskan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 26 tahun 2010 tentang Hari Jadi Provinsi Jawa Barat dinyatakan bahwa tanggal 19 Agustus 1945 ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Jawa Barat.

Hal ini dilatarbelakangi oleh sejarah pembentukan delapan provinsi di Indonesia oleh panitia persiapan kemerdekaan Indonesia atau PPKI, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Sunda kecil.

Adapun berdasarkan pasal 3 huruf A, B dan C Perda Nomor 26 Tahun 2010 menyatakan bahwa maksud dan tujuan penetapan hari Provinsi Jawa Barat adalah pengakuan dan penghargaan kepada pemerintah daerah.

Baca juga: Mengenal kepercayaan Sunda Wiwitan yang lahir di tanah Pasundan

Baca juga: Menengok sejarah Negara Pasundan sebagai gerakan separatis di Jabar

Kemudian, sarana menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kebanggaan daerah sekaligus memperkuat kecintaan dan ikatan batin rakyat, lembaga politik, sosial keagamaan, budaya, keuangan dan perekonomian, tata negara dan pemerintahan daerah terhadap keberadaan Jawa Barat sebagai daerah otonom.

"Sarana untuk menunjukkan jati diri masyarakat Jawa Barat yang memiliki keunggulan kualitas, komparatif dan kompetitif yang dapat memajukan pertumbuhan dan pengembangan pembangunan daerah," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Buky juga mengajak seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersama-sama membangun Jawa Barat lebih baik lagi ke depannya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |