Pelajar di Buleleng nilai PP Tunas bantu anak berprestasi 

4 hours ago 2
...Saya rasa manfaat dari upaya penguatan perlindungan anak di ruang digital adalah membantu saya lebih fokus pada aktivitas belajar

Buleleng, Bali (ANTARA) - Pelajar berprestasi asal sekolah Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra, Kabupaten Buleleng, Bali Ni Luh Deta Ayu Padma Sari menilai penerapan PP Tunas memperhatikan anak di Indonesia agar fokus meraih prestasi dalam pendidikan.

"Saya rasa manfaat dari upaya penguatan perlindungan anak di ruang digital adalah membantu saya lebih fokus pada aktivitas belajar. Selama ini saya sering berpaling pada media sosial saat sedang mengerjakan tugas," kata Ni Luh Deta Ayu Padma Sari, di Buleleng, Bali, Sabtu.

PP Tunas mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang menjadi pedoman teknis bagi platform digital dalam menjalankan kewajiban perlindungan anak di ruang digital.

Ia menuturkan sebagai pelajar, tidak terlepas dari penggunaan perangkat digital dalam keseharian. Baik untuk belajar maupun hiburan.

Baca juga: PWNU DIY: Pembatasan medsos penting lindungi anak dari dampak negatif

Namun, dirinya menyadari bahwa tanpa pengawasan dan arahan yang tepat, penggunaan teknologi kadang konsentrasi dan menurunkan kualitas belajar.

Menurutnya, kehadiran aturan pembatasan tersebut menjadi pengingat penting bagi siswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, utamanya media sosial seperti instagram dan tiktok.

Pihaknya mengaku kini mulai lebih selektif dalam memilih konten yang diakses, dengan mengutamakan materi yang mendukung pembelajaran dibandingkan sekadar hiburan.

“Sekarang saya lebih sering mencari video atau aplikasi matematika. Kebetulan mata pelajaran itu yang mengantarkan saya meraih prestasi sampai tingkat nasional. Materi di video sangat membantu saya memahami pelajaran,” ungkapnya.

Baca juga: Pramuka dorong perkuat edukasi Perlindungan Anak Ranah Digital

Deta Ayu menyebut minatnya pada matematika semakin berkembang karena banyaknya sumber belajar digital yang menarik dan mudah diakses.

Lebih jauh, kata dia, media sosial sangat sering membuat dirinya terdistraksi oleh konten yang kurang bermanfaat. Namun, dengan adanya arahan dari guru dan orang tua, serta semakin kuatnya kebijakan perlindungan anak di ruang digital, ia mulai mampu mengatur waktu dan prioritas dalam menggunakan perangkat elektronik.

"Dukungan dari sekolah sangat membantu dalam mengarahkan siswa ke penggunaan teknologi yang lebih produktif. Guru-guru kami di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra tidak hanya memberikan tugas, tetapi juga merekomendasikan platform belajar yang aman dan berkualitas," paparnya.

Selain itu, peran keluarga juga dirasakannya cukup besar. Orang tua memberikan batasan waktu penggunaan gawai serta mendorongnya untuk tetap fokus pada kegiatan belajar, terutama dalam memperdalam kemampuan berhitung dan pemecahan masalah.

"Sebelumnya orangtua sudah sering mengingatkan akan batasan pada konten di media sosial. Saya sering diingatkan dan saya kira aturan ini akan semakin memberikan pemahaman kepada orangtua saya di rumah," demikian Deta.

Baca juga: GP Parmusi nilai PP Tunas terobosan revolusioner lindungi anak negeri

Baca juga: Akademisi NTB dukung pembatasan gawai pada anak

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |