Pejabat OpenAI mundur menyusul kontroversi kesepakatan dengan Pentagon

5 days ago 11

Jakarta (ANTARA) - Kepala Tim Robotika OpenAI Caitlin Kalinowski mengumumkan pengunduran dirinya menyusul kesepakatan kontroversial OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang markasnya disebut Pentagon.

Sebagaimana dikutip dalam warta TechCrunch pada Sabtu (7/3), Kalinowski dalam unggahan di akun media sosialnya menyatakan bahwa keputusan itu tidak mudah.

Kalinowski, yang memimpin tim pengembangan kacamata realitas tertambah di Meta sebelum bergabung dengan OpenAI pada November 2024, menyatakan bahwa keputusannya didasarkan pada prinsip pribadi, bukan karena persoalan dengan individu di perusahaan.

"AI memiliki peran penting dalam keamanan nasional. Tetapi pengawasan terhadap warga Amerika tanpa pengawasan yudisial dan otonomi mematikan tanpa otorisasi manusia adalah batasan yang seharusnya lebih dipertimbangkan daripada yang didapatkan," katanya.

Dalam unggahan lanjutan di platform X, dia menyampaikan bahwa pengumuman kerja sama OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dilakukan secara terburu-buru.

"Untuk memperjelas, masalah saya adalah pengumuman ini dibuat terburu-buru tanpa adanya batasan yang jelas. Ini merupakan persoalan tata kelola yang utama. Kesepakatan atau pengumuman ini ini terlalu penting untuk dilakukan terburu-buru," katanya.

OpenAI telah mengonfirmasi pengunduran diri Kalinowski dari perusahaan.

Perusahaan meyakini bahwa kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat dapat membuka jalur penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang bertanggung jawab dalam keamanan nasional.

"Kami percaya kesepakatan kami dengan Pentagon menciptakan jalur yang layak untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam keamanan nasional sambil memperjelas batasan kami: tidak ada pengawasan domestik dan tidak ada senjata otonom," kata perusahaan.

Perusahaan juga menyatakan akan terus berdiskusi dengan karyawan, pemerintah, masyarakat sipil, dan komunitas di seluruh dunia berkenaan dengan masalah tersebut.

Baca juga: OpenAI umumkan kontrak dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat

Kesepakatan OpenAI dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat diumumkan lebih dari seminggu yang lalu, setelah diskusi antara Pentagon dan Anthropic gagal membuahkan kesepakatan karena perusahaan AI tersebut berusaha merundingkan perlindungan guna mencegah teknologinya digunakan untuk pengawasan domestik massal atau senjata otonom.

Pentagon kemudian menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan. Anthropic menyatakan akan menggugat keputusan tersebut di pengadilan.

OpenAI kemudian segera mengumumkan kesepakatan yang memungkinkan teknologinya digunakan di lingkungan rahasia.

Para eksekutif perusahaan menyatakan bahwa kesepakatan itu dibuat dengan "pendekatan yang lebih luas dan berlapis-lapis" yang tidak hanya bergantung pada bahasa kontrak, tetapi juga pengamanan teknis untuk melindungi batasan-batasan yang serupa dengan Anthropic.

Namun, kontroversi berkenaan dengan kesepakatan tersebut telah merusak reputasi OpenAI pada sebagian konsumen, memicu lonjakan penghapusan aplikasi ChatGPT.

Baca juga: OpenAI rilis GPT-5.4 dengan kemampuan penalaran yang meningkat

Baca juga: OpenAI catat jumlah pengguna aktif mingguan ChatGPT capai 900 juta

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |