PDIP sebut bangun ikatan emosional ibu dan anak penting di era digital

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga mengingatkan pentingnya membangun ikatan emosional (bonding) antara ibu dan anak.

Dia pun memperkenalkan metode sederhana namun ampuh yang disebut "CUP".

"Pada era digital sekarang ini, selain ASI eksklusif, istilahnya 'CUP'. Itu harus, supaya kita bonding-nya ketemu sama anak-anak kita. 'CUP' itu apa? 'Cium, Usap, Peluk'. Itu akan menjadi penting bagi ibu-ibu semuanya," kata Bintang dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Hal itu disampaikan Bintang dalam peringatan Hari ASI Internasional yang digelar DPP PDI Perjuangan dengan mengusung tema "ASI Eksklusif: Perjuangan Dimulai dari Pelukan Ibu" di Lapangan Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis.

Turut hadir dalam kegiatan itu, yakni Ketua DPP Bidang Kesehatan Ribka Tjiptaning yang turut berinteraksi dengan puluhan ibu yang membawa bayi di bawah usia 6 bulan.

Dalam dialog interaktif itu, keduanya memberikan edukasi komprehensif, mulai dari pentingnya ASI eksklusif, bonding ibu dan anak hingga program Keluarga Berencana (KB).

"ASI eksklusif itu memang 6 bulan, ya Mbak Ning, tetapi akan menjadi sangat amat penting itu adalah ASI yang pertama kali (kolostrum)," ujar Bintang.

Menanggapi hal tersebut, Ribka yang merupakan seorang dokter memberikan pemaparan ilmiah secara lugas. Dia menekankan bahwa ASI pertama atau kolostrum yang berwarna kekuningan sangat kaya antibodi serta daya tahan tubuh, sehingga tidak boleh dibuang.

Yang menjadi perhatian publik, Ribka juga secara tegas membantah mitos yang kerap membuat ibu takut menyusui.

Ia mengingatkan agar para ibu memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan pertama kehidupan. "Tidak ada susu produksi mana saja yang lebih bagus dari ASI eksklusif. Jadi jangan takut," ucapnya.

Tak hanya soal menyusui, Ribka juga menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang penuh tantangan. Ia mengingatkan pentingnya mengatur jarak kelahiran melalui program KB.

Dalam interaksinya, ia mendapati masih banyak ibu yang memiliki anak lebih dari dua dan belum mengikuti program KB.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |