PBB: 11 anak Gaza meninggal kedinginan, perlindungan minim

6 days ago 3

Ramallah (ANTARA) - Sebelas anak Palestina di Jalur Gaza telah meninggal akibat kedinginan sejak awal musim dingin, sementara ribuan warga lainnya masih bertahan di tengah cuaca ekstrem dengan perlindungan terbatas, kata PBB pada Jumat (30/1).

Dalam konferensi pers di New York, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan staf Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa warga Gaza masih berjuang menghadapi musim dingin.

Menurut Haq, sejak Oktober, PBB dan para mitra telah mengirim puluhan ribu tenda dan menyediakan tempat berlindung untuk setengah juta lebih penduduk Gaza.

Namun, ia menekankan bahwa tenda-tenda tersebut memberikan perlindungan yang terbatas, terutama selama musim dingin.

Haq mengatakan PBB terus mendesak adanya solusi tempat tinggal yang lebih tahan lama untuk mengurangi ketergantungan warga Gaza pada tenda.

PBB juga menekankan perlunya bantuan kemanusiaan dan barang komersial masuk ke wilayah kantong itu tanpa hambatan dan dalam jumlah lebih besar.

Selain Gaza, Haq menyoroti krisis di wilayah pendudukan Tepi Barat akibat pemutusan aliran listrik dan air oleh otoritas Israel di Yerusalem Timur.

Ia mendesak Israel mencabut larangan operasional bagi Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan organisasi internasional lainnya.

Haq juga menegaskan seluruh mitra bantuan harus diizinkan beroperasi tanpa hambatan di Jalur Gaza maupun Tepi Barat guna menjamin kebutuhan vital warga.

Sumber: WAFA

Baca juga: Lagi, bayi di Gaza meninggal akibat cuaca dingin ekstrem
Baca juga: Badai musim dingin memperparah penderitaan pengungsi di Jalur Gaza

Badai musim dingin, perjuangan warga Gaza yang mengungsi semakin sulit

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |