PB Akuatik kembangkan talenta lewat diaspora dan student-athlete

2 days ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Akuatik Indonesia mengembangkan jalur dua arah pembinaan talenta di Amerika Serikat dengan memantau atlet muda diaspora berdarah Indonesia sekaligus mengirim atlet dalam negeri melalui program student-athlete.

Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science PB Akuatik Indonesia Wisnu Wardhana mengatakan pencarian talenta diaspora dilakukan dengan mempertimbangkan prestasi dan potensi jangka panjang, bukan sekadar latar belakang keturunan Indonesia.

"Kami sedang melakukan scouting terhadap diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Namun, yang kami lihat bukan sekadar mereka berdarah Indonesia, melainkan juga prestasi dan potensinya," kata Wisnu saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Menurut Wisnu, pemantauan dilakukan sejak usia muda agar perkembangan atlet dapat diikuti secara berkelanjutan sebelum diproyeksikan lebih jauh.

PB Akuatik bahkan telah memonitor beberapa talenta diaspora selama sekitar dua tahun, termasuk atlet yang mulai dipantau sejak berusia 14 tahun dan kini berusia sekitar 16 tahun.

"Ada beberapa yang sudah kami pantau. Salah satunya sekarang berusia sekitar 16 tahun dan sudah kami monitor sejak dua tahun lalu. Prestasinya juga terus meningkat," ujarnya.

Wisnu mengatakan California menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena memiliki komunitas Indonesia yang cukup besar serta ekosistem pembinaan akuatik yang dinilai baik.

Selain mencari talenta diaspora, PB Akuatik juga menjalankan program dengan arah sebaliknya, yakni membuka kesempatan bagi atlet Indonesia untuk menempuh pendidikan sekaligus menjalani pembinaan olahraga di Amerika Serikat.

Wisnu menilai sistem student-athlete di Amerika Serikat memberikan keuntungan karena pendidikan dan olahraga berjalan dalam satu ekosistem sejak sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Di Amerika Serikat, pendidikan dan olahraga sudah menjadi satu kesatuan. Atlet bisa berlatih, berkompetisi, sekaligus menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi," kata Wisnu.

Menurut dia, sistem tersebut juga membuka peluang bagi atlet untuk memperoleh beasiswa berdasarkan prestasi olahraga maupun akademik.

"Tahun ini kami mengirim lima atlet student-athlete ke Amerika Serikat dan semuanya mendapatkan beasiswa. Kami memulai dari level ini dengan harapan mereka dapat terus berkembang hingga mencapai level dunia," ujarnya.

Wisnu mengatakan kedua program tersebut saling melengkapi. Di satu sisi, PB Akuatik mencari diaspora berprestasi yang berpotensi memperkuat Indonesia, sementara di sisi lain talenta dalam negeri didorong memperoleh lingkungan latihan dan pendidikan yang lebih mendukung.

"Programnya berjalan dua arah. Kami mencari talenta diaspora yang potensial, tetapi pada saat yang sama juga memberikan kesempatan kepada atlet Indonesia untuk berkembang melalui sistem pendidikan dan olahraga di Amerika Serikat," kata Wisnu.

Ia berharap pola tersebut dapat memperluas pilihan pengembangan atlet sehingga pembinaan tidak hanya bergantung pada program latihan di dalam negeri, tetapi juga memanfaatkan ekosistem olahraga dan pendidikan yang tersedia di luar negeri.

Baca juga: PB Akuatik dukung dwi kewarganegaraan terbatas bagi diaspora

Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |