Pariaman bentuk kampung sanitasi putus rantai stunting

1 hour ago 1
Air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, kebersihan rumah dan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat membentuk Kampung Sanitasi di Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur sebagai salah satu upaya memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memutus rantai stunting di daerah itu.

"Membangun kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, dibutuhkan kerjasama dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat,” kata Wali Kota (Wako) Pariaman Yota Balad di Pariaman, Sabtu.

Ia mengatakan, kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen mulai dari Pemkot Pariaman, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Pariaman, Pemerintah Desa Koto Marapak, mahasiswa, organisasi profesi, tokoh masyarakat hingga DPRD diperlukan untuk menjaga sanitasi dan lingkungan bersih di daerah itu.

Hal tersebut karena upaya menjaga sanitasi dan lingkungan juga merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai kehidupan yang baik sebab kesehatan masyarakat berkaitan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal, kata dia.

Baca juga: Setwapres: Penanganan stunting harus sebagai investasi bangun SDM

"Kalau kita membuang sampah sembarangan, mencemari air, membiarkan lingkungan kotor atau tidak menjaga kebersihan rumah ibadah, berarti masih ada tanggung jawab kita terhadap lingkungan yang belum kita tunaikan," katanya.

Wako menyampaikan kondisi tersebut juga berkaitan erat dengan upaya pemerintah dalam menekan angka stunting di Pariaman.

Ia menyebutkan angka stunting di Pariaman terus mengalami penurunan dari 20,3 persen pada 2021 menjadi 18,4 persen pada 2022, kemudian 17,7 persen pada 2023 dan 15,7 persen pada 2024.

"Penurunan ini menunjukkan efektivitas intervensi lintas sektor serta komitmen kuat Pemerintah Kota Pariaman dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program intervensi gizi spesifik dan sensitif, dukungan lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Wamen Veronica: Pencegahan stunting harus dimulai sejak kehamilan

Ia menilai pencanangan Kampung Sanitasi menjadi bagian penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut karena sanitasi yang baik dapat mendukung terciptanya lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Rudy Repenaldi Rilis mengatakan derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi kondisi lingkungan tempat tinggal.

"Air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, kebersihan rumah dan lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk, serta perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kesehatan," kata dia.

Ia mengatakan, melalui Kampung Sanitasi yang dicanangkan pada Jumat kemarin tersebut pemerintah daerah itu tidak hanya ingin masyarakat memahami pentingnya lingkungan sehat, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Kemendukbangga perkuat MBG 3B fokuskan wilayah stunting tinggi

Oleh karena itu, menurut dia Kampanye GERMAS, pencanangan Kampung Sanitasi, dan Program Bina Lingkungan HAKLI merupakan langkah strategis dalam pembangunan kesehatan sekaligus mendukung pengentasan berbagai persoalan kesehatan, termasuk stunting.

Terpisah, Ketua HAKLI Kota Pariaman Syaiful Indra mengatakan program yang dijalankan pihaknya di desa tersebut merupakan bagian dari keberlanjutan pembinaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencapaian maksimal lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Ia menambahkan pada kegiatan yang dilaksanakan di desa tersebut pihaknya mempunyai Slogan “AYOK GAS” atau Ayo Kampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sedangkan tema kampanye yang diusung adalah 'Putus Rantai Stunting Dengan Sanitasi'.

Baca juga: KNPS Indonesia gelar cek kesehatan-berbagi sembako peringati HUT ke-3

Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |