Kemensos salurkan 116 alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas

56 minutes ago 1
Sejumlah warga lain menerima alat bantu jalan untuk menunjang mobilitas akibat kondisi fisik yang dialami

Pamekasan (ANTARA) - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos-RI) menyalurkan sebanyak 116 alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu.

Penyaluran bantuan melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) tersebut merupakan hasil aspirasi dari anggota DPR RI asal wilayah itu, Ansari melalui Kemensos-RI.

"Program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus memperkuat perlindungan sosial," kata Staf Kemensos RI Windasari Anggita Putri yang hadir langsung pada acara itu.

Salah satu penerima manfaat adalah Qomariyah, mahasiswi asal Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, yang menerima bantuan kaki palsu.

Baca juga: Polres Pasaman Barat tetapkan 5 tersangka pemerkosa warga disabilitas

Bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi mahasiswi ini untuk kembali menjalani aktivitas dan melanjutkan pendidikan setelah mengalami amputasi akibat kecelakaan pada 2023.

Selain bantuan kaki palsu, kursi roda juga diberikan kepada warga lanjut usia dan penderita stroke.

Sementara sejumlah warga lain menerima alat bantu jalan untuk menunjang mobilitas akibat kondisi fisik yang dialami.

"Secara keseluruhan, sebanyak 116 unit bantuan fisik disalurkan dalam kegiatan tersebut. Bantuan terdiri dari 103 unit kursi roda standar, 2 unit kursi roda cerebral palsy (CP), 3 buah kaki palsu, 4 buah tripod, 1 unit walker, 2 pasang kruk ketiak, dan 1 buah tongkat kaki," kata Windasari.

Baca juga: Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Ansari yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar penyerahan bantuan, melainkan bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan program pemerintah pusat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.

"Harapan kami bantuan seperti ini tidak hanya untuk warga Pamekasan, akan tetapi bisa menjangkau seluruh warga penyandang disabilitas di Pulau Madura," katanya.

Ia menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan alat bantu dapat mengajukan permohonan melalui jaringan aspirasi yang kemudian dihimpun sebelum diajukan kepada Kementerian Sosial. Mekanisme tersebut dilakukan agar proses pengadaan dan distribusi bantuan dapat berjalan efektif.

"Jika pengajuan sudah disampaikan, selanjutnya tinggal menunggu sampai 100 orang atau 150 sehingga yang membawa tidak rugi. Setelah kita sudah mencapai target, baru kita ajukan," kata Ansari.

Ansari berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu aktivitas sehari-hari penerima, tetapi juga mampu menumbuhkan kembali semangat mereka dalam menjalani kehidupan.

"Semoga dengan diterimanya alat bantu ini benar-benar bermanfaat untuk bapak-ibu semuanya. Sehingga bisa menambah semangat untuk menjalani kehidupan ini," katanya.

Baca juga: Jurnalis hingga disabilitas galang dana gempa Flores di CFD Bali

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |