Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengatakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat menjadi jangkar yang menghubungkan satuan pendidikan dengan layanan kesehatan, termasuk Puskesmas sebagai pelaksana program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah.
Pada tahun ini, katanya, program CKG Sekolah bagi anak usia sekolah dan remaja diarahkan tidak berhenti pada pemeriksaan, namun dilanjutkan dengan tata laksana dan penanganan hasil pemeriksaan, sehingga pemeriksaan kesehatan terintegrasi dengan lingkungan pendidikan dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat sejak dini.
“Bagaimana kami berupaya mengoptimalkan peran UKS ya. Karena UKS ini menjadi semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan dengan Puskesmas, katakanlah. Kami juga melihat pengoptimalan UKS ini bisa memastikan pelaksanaan CKG bisa berjalan dengan baik, karena di sekolah perlu ada PIC-nya,” ujar Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Wamendikdasmen tegaskan revitalisasi UKS untuk pendidikan holistik
Menurut Fajar, kolaborasi tersebut penting, karena kesehatan peserta didik berhubungan dengan kesiapan mereka mengikuti pembelajaran.
Dengan demikian, lanjutnya, hasil pemeriksaan kesehatan dapat ditindaklanjuti melalui pembiasaan dan lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat.
“Ini meningkatkan pada ujungnya adalah kesiapan anak-anak kita mengikuti proses pembelajaran. Jadi, CKG itu akan menunjang readiness, tingkat kesiapan anak-anak kita mengikuti proses pembelajaran. Jadi, itu juga berkorelasi langsung dengan motivasi belajar,” katanya.
Ia mengatakan korelasi tersebut salah satunya tercermin di SMP Negeri 5 Kota Bogor yang memiliki rekam jejak membangun budaya sehat dan pernah meraih Juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat.
Fajar menyebutkan sejumlah pembiasaan telah lama berjalan di sekolah tersebut, seperti Segar (Senam Bugar), Markisa (Mari Kita Sarapan), dan Cermin Sehatku selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), membiasakan siswa berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi sesuai prinsip Isi Piringku, serta mengenali pertumbuhan tubuhnya.
Baca juga: Kemendikdasmen perkuat peran UKS wujudkan generasi sehat cerdas
Baca juga: Dinas Pendidikan Mataram siapkan petugas UKS cek MBG
“Banyak banget manfaatnya. Alhamdulillahnya, karena kita bekerja sama. Yang susah itu ya konsistennya, konsisten dari kita sebagai guru dan anak-anak,” ujar Guru IPS sekaligus Koordinator Duta SMP Negeri 5 Kota Bogor Rahmalia.
Rahmalia mengatakan sekolahnya juga berkoordinasi dengan orang tua dan Puskesmas untuk menindaklanjuti kondisi peserta didik yang membutuhkan perhatian.
Budaya sehat tersebut diperkuat melalui keterlibatan 18 Duta Siswa dalam berbagai peran, termasuk Duta Cegah Stunting, Duta Kesehatan, Duta Remako (Remaja Anti-Rokok), Duta Anti-Bullying, Duta Sekolah Ramah Anak, dan pendampingan teman sebaya.
Praktik ini, kata dia, selaras dengan semangat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































