OJK yakin Danantara dukung langkah reformasi pasar modal RI

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan mendukung penuh langkah reformasi, perbaikan, serta penguatan pasar modal Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan bentuk dukungan Danantara Indonesia, salah satunya akan diwujudkan melalui aktivitas investasi di pasar modal.

“Dukungannya memang termasuk kemungkinan dan memang sudah mulai dilakukan untuk juga aktif melakukan investasi di pasar modal. Saya rasa kalau itu jelas,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.

Mahendra mengatakan, Danantara Indonesia sama seperti investor institusi domestik dan asing lainnya, yang aktif melaksanakan investasi saham di Indonesia.

Namun demikian, Ia tidak mengungkapkan seberapa besar dan kapan aksi investasi lembaga pengelola kekayaan negara (SWF) tersebut akan dilakukan.

“Saya rasa sama dengan para investor institusional lainnya dari dalam maupun luar negeri yang memerlukan tingkat kedalaman pasar dan likuiditas bagus untuk bisa aktif melaksanakan investasinya. Jadi saya rasa tidak ada bedanya kami justru menyambut baik hal itu,” ujar Mahendra.

Dalam kesempatan sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menjelaskan peluang Danantara Indonesia menjadi Liquidity Provider dapat dilaksanakan lewat anak-anak usahanya, seperti sekuritas-sekuritas anggota dari BUMN.

“Saya rasa, Danantara itu bila mana untuk meningkatkan likuiditas, bisa melalui Liquidity Provider, yang di bawahnya mereka kan mungkin ada Mandiri Sekuritas, atau apa, BRI (Danareksa) Sekuritas. Jadi tidak langsung sebagai Liquidity Provider, tapi melalui anak-anak usahanya,” ujar Inarno.

Beberapa hari lalu, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menjelaskan bahwa Danantara Indonesia berencana masuk ke pasar saham Indonesia pada tahun ini.

“Kami berharap Danantara bisa masuk ke pasar saham tahun ini. Sampai sekarang sepertinya [Danantara] belum, tapi mereka akan masuk market tahun ini,” kata Irvan.

Irvan mengonfirmasi, bahwa BEI tengah berbicara lebih lanjut dengan beberapa investor institusi, dan berharap investor institusi lokal dapat berkontribusi ke pasar saham. Saat ini, presentase investor institusi di Indonesia masih sekitar 15-20 persen dari total investor pasar modal sekitar 20,22 juta SID.

Irvan mencermati, Danantara Indonesia dapat berperan ke pasar saham dengan dua skenario, pertama, pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) dari anak-anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinaungi Danantara Indonesia.

Kedua, melalui peran manajemen investasi lewat PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM), yang mengelola surat utang negara atau obligasi, dapat mengelola portofolio saham.

Baca juga: BEI jalin sinergi dengan Danantara dorong BUMN besar gelar IPO

Baca juga: Danantara dinilai angkat kepercayaan investor, IHSG tembus 8.400

Baca juga: Pandu ungkap indikator Danantara siap investasi ke pasar saham RI

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |