Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut peluang kerja sama dengan Timor Leste dalam bidang perindustrian dan perdagangan serta pengembangan kawasan perbatasan guna memperkuat pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.
"Pada prinsipnya kami menyambut baik berbagai peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Namun karena menyangkut hubungan antarnegara, seluruh proses harus mengikuti regulasi nasional serta melalui mekanisme koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Selasa.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi delegasi Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste bersama pelaku usaha negara tersebut di Ruang Rapat Gubernur NTT di Kupang.
Pertemuan itu membahas berbagai peluang kerja sama di bidang perdagangan, perindustrian, investasi, energi terbarukan, hingga pengembangan kawasan perbatasan yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
Baca juga: NTT susun peta jalan dekarbonisasi ketenagalistrikan menuju NZE 2050
Menurut dia, Pemerintah Provinsi NTT mendukung setiap bentuk kerja sama yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Dalam pertemuan tersebut, Johni Asadoma menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Timor-Leste yang terus membuka ruang komunikasi dan memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Provinsi NTT.
Ia mengatakan kedekatan geografis, hubungan historis, serta interaksi masyarakat di wilayah perbatasan menjadi modal penting untuk membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Terkait perdagangan lintas batas, Johni menegaskan pemerintah daerah siap mendukung kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dengan tetap memastikan aktivitas perdagangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































