Negosiasi tidak langsung AS-Iran dilaporkan memasuki tahap akhir

5 hours ago 5
Negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran melalui para mediator telah memasuki tahap akhir.

Istanbul (ANTARA) - Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memasuki tahap akhir, lapor stasiun televisi Al-Hadath pada Kamis, mengutip seorang pejabat tinggi.

“Negosiasi tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran melalui para mediator telah memasuki tahap akhir,” kata sumber tersebut seperti dikutip Al-Hadath.

Sumber itu juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi diperkirakan akan mengunjungi Pakistan pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.

Pada Rabu, seorang sumber senior Pakistan mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Araghchi dijadwalkan mengunjungi Pakistan pada 7 Agustus.

Selama kunjungan tersebut, ia akan diterima oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Panglima Angkatan Darat Asim Munir, dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Pada 10 Juli, saat dimulainya kembali eskalasi konflik antara Iran dan AS, Sharif menyatakan kesiapan Islamabad untuk terus berperan sebagai mediator antara kedua negara.

Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Sejak itu, pasukan AS melancarkan beberapa serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran membalas melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Italia dorong dialog soal Selat Hormuz terus berlanjut

Baca juga: AS sebut akan gunakan militer, ekonomi untuk akhiri perang dengan Iran

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |