NATO siap hadapi ancaman setelah Iran dikabarkan bidik aset AS

2 days ago 3

Istanbul (ANTARA) - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Rabu, menyatakan siap menghadapi setiap ancaman di tengah laporan bahwa Iran sempat mempertimbangkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika Presiden AS Donald Trump meningkatkan eskalasi perang.

"NATO siap menghadapi setiap ancaman dan akan selalu melakukan apa yang diperlukan untuk membela seluruh negara anggota aliansi," kata seorang pejabat NATO kepada Anadolu melalui pernyataan tertulis.

Pejabat tersebut juga mengingatkan bahwa NATO telah mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turkiye dari Iran dalam empat kesempatan terpisah pada awal tahun ini.

"Seperti yang ditunjukkan pada awal tahun ini ketika pertahanan udara NATO berhasil mencegat rudal balistik yang mengarah ke Turkiye dari Iran dalam empat kesempatan terpisah, postur pencegahan dan pertahanan kami kuat dan efektif," demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan NATO itu disampaikan setelah sejumlah laporan media pada Rabu menyebut pasukan Iran telah mengkaji kemungkinan serangan terhadap aset militer AS di sejumlah negara Eropa tenggara, termasuk Bulgaria, yang bulan lalu menyetujui penggunaan Pangkalan Udara Bezmer oleh pesawat pengisi bahan bakar AS.

Siprus, yang menjadi lokasi pangkalan udara Inggris yang terkena serangan pesawat nirawak pada Maret, juga dilaporkan masuk dalam daftar sasaran potensial jika AS kembali melancarkan serangan.

Laporan tersebut muncul ketika perundingan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih terhenti dan prospek dimulainya kembali pembicaraan antara Teheran dan Washington semakin meredup.

Trump, Selasa, mengatakan tidak ada "pembicaraan atau percakapan yang sedang berlangsung maupun yang telah dijadwalkan" dengan Teheran.

Pejabat militer Iran sebelumnya memperingatkan bahwa pangkalan militer mana pun yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran dapat dianggap sebagai sasaran.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas. Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh di tengah tuduhan kedua pihak mengenai pelanggaran dan kembali berlangsungnya permusuhan.

Sejak saat itu, upaya diplomatik belum berhasil mencapai terobosan untuk membuka kembali Selat Hormuz maupun melanjutkan perundingan menuju kesepakatan yang lebih luas.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran kaji serang aset militer AS di Eropa jika Trump lakukan eskalasi

Baca juga: Sekjen PBB Guterres desak Iran-AS kembali ke meja perundingan

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |