Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing merayakan Hari Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama sekitar 150 warga negara Indonesia di salah satu hotel di Beijing, Jumat.
Perayaan diawali dengan ibadah Natal yang dihadiri WNI beragama Kristen Protestan dan Katolik, yang terdiri atas mahasiswa serta pekerja yang berdomisili di Beijing. Pesan Natal dalam ibadah tersebut disampaikan oleh Pendeta Witanto Adji melalui tayangan video.
“Yusuf dan Maria dilibatkan dalam pekerjaan keselamatan manusia karena Allah membutuhkan manusia sebagai jembatan kasih untuk mendatangkan anugerah bagi manusia. Manusia dilibatkan dalam rencana Allah untuk memberikan rahmat bagi manusia lain,” kata Pendeta Witanto melalui video.
Usai ibadah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengajak WNI untuk menjaga sikap dan kontribusi positif sebagai bagian dari diplomasi masyarakat.
“Saya mengajak agar setiap langkah kita membawa kehormatan Indonesia, agar Indonesia semakin dikenal di China karena sekecil apapun prestasi kita sudah berkontribusi untuk memperkenalkan Indonesia,” kata Djauhari.
Dalam sambutannya, Djauhari menyebut tahun 2025 sebagai tahun yang istimewa bagi hubungan Indonesia dan China karena menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
“Tahun lalu adalah peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-China, menjadi tahun istimewa yang tanpa dukungan sahabat, bapak, ibu, adik-adik mahasiswa di sini Indonesia pun semakin dikenal China,” ungkapnya.
Djauhari juga mengingatkan bahwa perayaan Natal tahun sebelumnya berlangsung di tengah situasi sulit di sejumlah wilayah Indonesia akibat bencana alam, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
“Tapi kita punya nilai gotong royong sehingga bagi mereka yang diperantauan rindu keluarga, rindu bahasa Indonesia, rindu suara ombak, dapat menemukan keluarga dan komunitas di Beijing seperti di Indonesia maka semangat kepedulian dan persaudaraan sangat penting agar kita tidak merasa sendirian,” tambahnya.
Menatap tahun 2026, Djauhari menilai hubungan Indonesia dan China akan semakin berwarna, seiring mulai masuknya ekspor durian beku asal Indonesia ke pasar China.
“Karena durian Indonesia sudah masuk, mudah-mudahan tahun ini kita bisa buat festival durian asal Indonesia agar dapat mengangkat derajat durian,” ujarnya.
Suasana ibadah Natal yang diadakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing di Beijing pada Jumat (09/01/2025) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)Pasar durian di China, kata Dubes Djauhari, dapat mencapai 7 miliar dolar AS dengan pasokan utama durian berasal dari Thailand, Vietnam dan Kamboja.
"Jadi kami menargetkan setidaknya Indonesia dapat 10 persen dari pangsa pasar durian di China, itu sudah 700 juta dolar AS, sudah besar," tambah Dubes Djauhari.
Sedangkan untuk target perdagangan Indonesia-China pada 2026, menurut Dubes Djauhari akan ditingkatkan sebesar 10 persen dari tahun 2025 yang mencapai 160 miliar dolar AS.
"Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kerja sama pada 2025 dan semoga pada 2026 kita tetap dapat membawa nama baik Indonesia," tutup Dubes Djauhari.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah berupa makan malam bersama.
Ramah tamah tersebut sekaligus sebagai acara pelepasan Atase Perdagangan Budihansyah dan Atase Pendidikan Yudil Chatim yang akan segera menyelesaikan tugasnya dan kembali ke Indonesia.
Baca juga: Indonesia ekspor perdana 48 ton durian beku ke China
Baca juga: Bapanas dukung ekspor durian ke China lewat pengawalan keamanan mutu
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































