Jakarta (ANTARA) - Pelaku UMKM kue di Jambi berhasil mengembangkan usaha rumahan bermodal Rp2 juta hingga mampu memproduksi 3.000 bolu per hari dan mempekerjakan 15 orang, melalui bantuan program kredit murah yang diselenggarakan pemerintah.
"Saya juga nggak nyangka dari awal modal Rp2 juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar," kata pelaku UMKM asal Jambi, Dermiyanti, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Dermiyanti memulai usaha pembuatan kue pada 2014 dengan kapasitas produksi yang masih terbatas sebelum mengembangkan usahanya setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) pada 2018.
PNM Mekaar adalah program kredit ultra mikro dari pemerintah melalui BUMN Permodalan Nasional Madani (PNM) yang oleh Presiden RI Prabowo Subianto diturunkan suku bunga kreditnya, dari sebelumnya 24 persen menjadi di bawah 9 persen.
Pemerintah melalui Kementerian UMKM kemudian mengumumkan bahwa bunga pembiayaan tersebut menjadi 8 persen yang mulai diberlakukan pada awal September 2026 untuk meringankan beban nasabah.
Dalam perjalanan usahanya, Dermiyanti mengikuti studi banding ke Bogor pada 2024 yang memperkenalkannya pada sejumlah resep baru untuk dikembangkan di rumah produksinya di Muaro Bungo, Jambi.
"Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas," katanya.
Baca juga: Bersama PNM Mekaar mesin jahit tua mampu hidupi lima keluarga
Dermiyanti kemudian mengembangkan resep tersebut hingga menghasilkan varian Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat yang menjadi bagian dari produk rumah produksinya.
Selain kedua varian tersebut, rumah produksi Dermiyanti juga membuat brownies, sarang semut, dan rainbow cake yang dipasarkan ke sejumlah wilayah, antara lain Bangko, Sarolangun, dan Tebo.
Produksi rumah kue tersebut kini mencapai hingga 3.000 bolu per hari dengan harga jual sekitar Rp15.000 per bolu, sedangkan omzet hariannya berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.
"Dari modal awal Rp2 juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal," kata Dermiyanti.
Perkembangan usaha tersebut turut membuka lapangan kerja bagi 15 orang yang bekerja dalam kegiatan produksi. Dermiyanti juga telah difasilitasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bagian dari penguatan legalitas usahanya.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Kindaris mengatakan kisah Dermiyanti menunjukkan usaha yang dimulai dari modal terbatas dapat berkembang dan memberikan penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
"Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa Rp2 juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya," kata Kindaris.
Perjalanan usaha Dermiyanti menjadi salah satu kisah nasabah PNM yang diangkat dalam momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.
Baca juga: Mekaar Inspiraksi, kolaborasi nasabah dan karyawan PNM perluas dampak pemberdayaan
Baca juga: Menteri UMKM: Pemerintah pacu realisasi bunga 8 persen PNM Mekaar
Baca juga: Menteri UMKM: Penurunan bunga PNM Mekaar berlaku mulai awal September
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































