"Middle power" menguat, FPCI dorong RI susun strategi diplomasi baru

4 hours ago 4
..Indonesia juga perlu menentukan negara-negara middle power mana yang harus lebih didekati, serta membangun hubungan berbasis pembentukan koalisi,

Jakarta (ANTARA) - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, mendorong pemerintah Indonesia untuk merumuskan strategi diplomasi baru seiring menguatnya peran negara-negara berkekuatan menengah (middle power).

Pernyataan tersebut disampaikan Dino saat berbicara dalam Middle Power Conference di Jakarta, Selasa, yang menyoroti perubahan lanskap geopolitik dunia, khususnya menguatnya kerja sama antara negara-negara di kawasan Utara dan Selatan global.

“Yang kami amati di FPCI adalah bahwa negara-negara kekuatan menengah dari kawasan Utara dan Selatan kini mulai membangun hubungan yang semakin erat. Kita melihat tren ini dengan jelas, di mana berbagai hubungan bilateral semakin diperkuat,” kata Dino.

Mantan wakil menteri luar negeri Indonesia itu menyampaikan bahwa negara middle power dari kawasan Utara dan Selatan yang berjumlah sekitar 20 negara, kini semakin memainkan peran penting dalam membentuk masa depan tatanan dunia berikutnya.

Lebih lanjut, ia menilai penguatan relasi tersebut tercermin dari intensitas kerja sama yang terus meningkat antarnegara middle power, baik di Utara maupun Selatan global.

Indonesia, kata Dino, termasuk negara yang aktif memperluas jejaring diplomasi. Dalam kurun 15 bulan hingga dua tahun terakhir, Indonesia tercatat meningkatkan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.

Beberapa hubungan yang disorot Dino antara lain kerja sama Indonesia dengan Australia, Prancis, India, Korea Selatan, dan Turki. Penguatan hubungan ini dinilai mencerminkan upaya Indonesia dalam memperluas jejaring diplomasi di tengah perubahan tatanan global.

“Kami secara aktif terlibat dengan pemerintah untuk mendorong mereka memiliki strategi middle power ini, yang menurut kami merupakan strategi yang sangat tepat untuk kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,” ujarnya.

Tidak hanya Indonesia, lanjutnya, tren serupa juga terjadi secara luas di antara negara-negara middle power lainnya, baik di kawasan Selatan global maupun Utara global.

Oleh sebab itu, FPCI menyerukan kepada pemerintah Indonesia bahwa selaku negara middle power, penting bagi Indonesia untuk mengembangkan strategi khusus yang mampu memaksimalkan potensi Indonesia dalam percaturan global.

“Kita perlu memahami apa ambisi kita, apa saja aset yang kita miliki, serta bagaimana posisi kita dalam tatanan dunia yang terus berkembang. Selain itu, Indonesia juga perlu menentukan negara-negara middle power mana yang harus lebih didekati, serta membangun hubungan berbasis pembentukan koalisi,” ujar Dino.

Baca juga: Dino: "Middle power" pengaruhi arah perang dan perdamaian global

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |