Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji (Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Selatan Ikbal Ismail mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran jalur visa haji furoda atau program haji khusus karena sudah tidak ada, alasannya Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa tersebut tahun ini.
"Pemerintah Arab Saudi kini memperketat pintu masuk dan tidak lagi mengeluarkan visa haji furoda," ujar Ikbal di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.
Oleh karena itu, masyarakat diminta hati-hati dan waspada agar tidak terpengaruh tawaran haji jalur khusus seperti jalur foruda. Ia juga menekankan kepada Biro Perjalanan Haji dan Umrah di Sulsel tidak menawarkan jalur khusus berhaji tersebut.
Baca juga: Anggota DPR: Intensifkan sosialisasi tentang tak ada haji furoda 2026
"Bagi masyarakat Sulsel, kami ingatkan jangan mudah tergiur apalagi ada tawaran membayar keberangkatan tahun ini, atau pakai jalur haji furoda. Karena, sekarang sudah tidak ada jalur itu," paparnya menegaskan.
Pihaknya mewanti-wanti Travel atau Biro Perjalanan Haji dan Umrah agar tidak menawarkan keberangkatan jalur haji furoda kepada calon jamaahnya. Bila nanti ada ditemukan, pihaknya tidak segan-segan mencabut izin dan mempidanakan.
Menurutnya, jalur visa haji furoda memang sangat diminati masyarakat karena tidak perlu menunggu bertahun-tahun untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci, walaupun harga yang dibayar sangat mahal.
Selain itu, alasan visa haji furoda diminati masyarakat, kata dia, disebabkan keberangkatan haji bagi jamaah reguler antrean masih cukup panjang di Sulsel dan butuh menunggu bertahun-tahun agar bisa diberangkatkan.
Sulsel telah memperoleh total kuota haji 9.670 orang pada musim haji 2026, sebelumnya Sulsel pada musim haji tahun 2025 jumlah kuota diberikan sebanyak 7.272 orang. Artinya, jumlah kuota calon jamaah haji tahun ini meningkat dari tahun lalu.
Baca juga: Arab Saudi tak terbitkan visa furoda, masyarakat diminta waspada
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan Pemerintah Arab Saudi tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan tahun ini, sehingga masyarakat diminta waspada jika ada tawaran keberangkatan menggunakan visa tersebut.
"Enggak ada, jadi tahun ini Saudi tidak mengeluarkan visa haji furoda. Jadi yang jelas visa yang legal itu namanya visa haji,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta.
Dahnil mengatakan maraknya tawaran keberangkatan haji tanpa antrean melalui media sosial merupakan praktik yang harus diwaspadai karena berpotensi merupakan modus penipuan maupun haji ilegal.
Saat ini, Kemenhaj bersama Polri akan membentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal yang salah satu tugasnya menindak segala bentuk modus operandi pemberangkatan haji non-prosedural.
Baca juga: Kemenhaj: Petugas haji mulai berangkat ke Tanah Suci 17 April 2026
Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































