Jalan amblas di Dewi Sartika diduga akibat bekas galian utilitas

7 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Kerusakan jalan berupa lubang dan amblas di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, diduga akibat bekas galian utilitas yang tidak ditangani secara optimal.

"Kalau saya melihat itu membahayakan, karena ada lubang di bawah aspal. Setelah kami telusuri dan dikorek, ternyata di bawahnya terdapat bekas galian utilitas," kata Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Kramat Jati Dudy Supriyadi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Dudy, kondisi kerusakan jalan tersebut membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan. Kerusakan tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga terjadi di bagian bawah struktur jalan. Hal ini membuat kondisi jalan menjadi rawan amblas jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Menurutnya, jika perbaikan hanya dilakukan di permukaan tanpa mengatasi bagian dalam yang sudah mengalami pengerusan, maka kerusakan akan terus berulang.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan pengupasan ulang untuk memastikan kondisi tanah di bawah jalan benar-benar padat dan aman dilalui kendaraan.

Dudy menjelaskan, tingkat kerusakan jalan tersebut sudah cukup parah, dengan kondisi rongga di bawah aspal mencapai sekitar 50 persen. Dia menduga kerusakan ini diperparah oleh faktor cuaca, seperti hujan yang menyebabkan tanah di bawah jalan tergerus.

Baca juga: Warga keluhkan jalan amblas di Jalan Dewi Sartika Jaktim

Baca juga: Pemkot Jaktim perbaiki jalan amblas di Jalan Dewi Sartika

"Kalau tidak dikorek sampai ke bawah, nanti hanya terlihat bagus di atas, tapi di dalamnya kosong. Ini sangat berbahaya karena bisa tiba-tiba amblas," jelas Dudy.

Lebih lanjut, Dudy menyebut bahwa galian utilitas yang diduga menjadi penyebab kerusakan belum diketahui secara pasti milik pihak mana. Namun, kemungkinan besar berasal dari pekerjaan instalasi milik perusahaan air minum (PAM) atau penyedia layanan internet.

Terkait tanggung jawab perbaikan, Dudy menyebut setiap pemilik utilitas wajib mengembalikan kondisi jalan seperti semula setelah melakukan pekerjaan galian. Namun, dalam praktiknya, banyak pekerjaan yang dinilai tidak maksimal.

"Kalau pemilik utilitas, yang bertanggung jawab ya pihak PAM atau provider internet itu sendiri. Tapi kenyataannya, banyak yang tidak maksimal dalam mengembalikan kondisi jalan," ucap Dudy.

Dudy mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan yang sedang dalam perbaikan atau memiliki riwayat kerusakan jalan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas (Sudin) Bina Marga bergerak cepat memperbaiki kerusakan jalan amblas yang terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Kramat Jati.

"Perbaikannya pakai hotmix. Tapi sebelumnya kita bongkar dulu bagian yang keropos, lalu lubang di bawahnya kita isi agregat dan dipadatkan. Setelah itu baru kita lapis ulang aspalnya," kata Dudy.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |