Mentan salurkan bantuan 100 ton beras bagi masyarakat membutuhkan

6 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan pribadi berupa 100 ton beras bagi masyarakat kurang mampu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, guna meringankan beban mereka pada bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

"Aksi sosial ini menjadi wujud kepedulian dan gotong royong untuk memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang dan berkecukupan," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Penyaluran 100 ton beras tersebut dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas). Beras dikemas dalam 20 ribu karung ukuran 5 kilogram dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Makassar.

Amran yang juga Ketua Umum IKA Unhas menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata di bulan suci Ramadhan sekaligus upaya memastikan tidak ada masyarakat yang mengalami kesulitan pangan.

“Silakan para alumni mencatat dan membagikan kepada tetangga atau keluarga yang benar-benar membutuhkan. Ramadhan adalah momentum berbagi dan memperkuat kepedulian,” kata Mentan Amran saat Kick Off Bakti Sosial IKA Unhas di AAS Building, Makassar.

Sebanyak 200 alumni bergerak sebagai relawan untuk mendistribusikan bantuan berdasarkan pendataan lapangan. Penyaluran dilakukan secara langsung hingga malam hari agar bantuan segera diterima masyarakat.

Tidak hanya itu, Amran menyampaikan pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, telah mengalokasikan sekitar Rp11 triliun untuk bantuan sosial (bansos) Ramadhan.

Anggaran tersebut digelontorkan guna memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas pasokan, serta mengantisipasi gejolak harga pangan selama bulan suci Ramadhan.

“Pemerintah keluarkan kurang lebih Rp11 triliun bansos atas perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Rp11 triliun kita keluarkan bansos ini untuk Ramadhan,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan solidaritas sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, momentum Ramadan harus menjadi penggerak kepedulian kolektif.

“Alangkah indahnya kalau kita berbagi. Jangan biarkan ada kelaparan saudara-saudara kita,” katanya.

Lebih jauh, Mentan menyampaikan semangat berbagi akan terus ia jalankan, baik dalam kapasitas sebagai pejabat negara maupun secara pribadi melalui yayasan sosial yang dibangunnya.

Baca juga: RI produsen sawit dunia, minyak goreng tak boleh langka-mahal

Baca juga: Pengamat: Mentan eksekutor paling "ngegas" jalankan visi Prabowo

Baca juga: Pemerintah segera salurkan bantuan beras-MinyaKita bagi 33,2 juta KPM

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |