Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan bantuan beras dan minyak goreng penugasan dari pemerintah segera disalurkan guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat selama Ramadhan 1447 Hijriah.
Rizal menargetkan penyaluran bantuan pangan mulai direalisasikan pada pekan keempat Februari 2026, agar masyarakat segera menerima manfaat serta menjaga stabilitas kebutuhan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Insya Allah minggu depan (pekan keempat Februari 2026), sudah mulai (penyaluran) Banpang (bantuan pangan)," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (21/2).
Rizal mengungkapkan dana bantuan pangan telah resmi cair dari Kementerian Keuangan sehingga proses distribusi dapat segera dilakukan setelah seluruh kesiapan teknis dan administratif internal Bulog dinyatakan lengkap dan siap dijalankan.
"Ya, tadi baru ditelepon yang Banpang, dananya baru cair," ujarnya.
Percepatan distribusi ini diharapkan tidak hanya memperkuat daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga berkontribusi menjaga stabilitas harga beras dan minyak goreng di pasaran.
Meski begitu, Rizal belum menyebutkan berapa dana yang telah cair tersebut. Hanya saja pihaknya segera melakukan percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menugaskan Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan nasional menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah melalui Bapanas telah resmi memberi penugasan penyaluran cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2026 kepada Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang berhak menerima.
"Salah satunya Bulog diminta untuk melakukan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 penerima untuk alokasi Februari dan Maret (2026)," kata Amran di Jakarta, Minggu (15/2).
Baca juga: Baznas terima bantuan pangan senilai Rp7 miliar dari Arab Saudi
Dalam surat Kepala Bapanas nomor 204/TS.03.03/K/02/2026 tanggal 11 Februari disebutkan penyaluran agar dilakukan satu kali secara sekaligus setelah terbit anggaran di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bapanas.
Adapun jumlah beras yang disalurkan adalah sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per penerima untuk alokasi satu bulan.
Pemerintah sesuai komando Presiden Prabowo Subianto terus berupaya menjaga harga pangan selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Salah satunya dengan pengguliran kembali program bantuan pangan ke masyarakat yang paling membutuhkan bantalan ekonomi.
"Bapak Presiden kita pernah tiga kali sehari menelpon (menanyakan) bagaimana harga pangan? Beliau selalu katakan, jaga rakyat dan terus berpihak pada rakyat," ujar Amran.
Oleh karena itu, lanjut Arman, dalam rangka menjaga stabilitas pasokan harga pangan, Bapanas melaksanakan langkah strategis, salah satunya penyaluran bantuan pangan 10 kilogram dan 2 liter minyak goreng selama dua bulan kepada 33,2 juta KPM.
Diketahui, secara kuantitas untuk penyaluran dua bulan secara sekaligus tersebut, Bulog akan mengeluarkan stok beras sejumlah 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter. Demi pelaksanaan program prorakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah sebesar Rp11,92 triliun.
Baca juga: Bapanas tugasi Bulog salurkan beras-minyak goreng bagi 33,2 juta KPM
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































