Menperin tekankan 2026 jadi momen pacu program industrialisasi

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan tahun 2026 menjadi momen akselerasi program industrialisasi nasional, dengan meminta seluruh jajaran bergerak lebih cepat, terukur, dan berorientasi pada hasil konkret.

Dalam arahannya pada Rapat Kerja Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, Jumat, ia menekankan bahwa target industri, ekonomi, dan kemandirian strategis pada 2026 lebih tinggi sehingga setiap program wajib memiliki output yang jelas, indikator terukur, serta rencana aksi yang konkret.

"Bahwa tahun 2026 ini adalah merupakan tahun penyelesaian masalah, tahun penguncian target, dan juga tahun pembuktian bahwa kita di Kemenperin sudah membuktikan bahwa kita mampu menjadi motor utama transformasi ekonomi nasional," kata Menperin.

Sebagai bagian dari akselerasi, sektor agro didorong sebagai fokus utama melalui pendalaman hilirisasi berbasis ketahanan pangan, ketahanan energi, dan penguatan bahan baku industri strategis.

Pada komoditas sawit, dirinya menginstruksikan membangun sistem eksekusi traceability, menyiapkan peta kesiapan industri sawit nasional berbasis klaster, menyusun peta risiko pasokan untuk kebutuhan domestik, serta membangun dashboard bulanan untuk memantau feedstock biodiesel, alokasi program, dan harga CPO.

Baca juga: Ekspor perkebunan tancap gas di awal 2026

Untuk nonsawit, percepatan diarahkan pada penetapan bahan baku paling kritikal beserta proyek substitusi impor terukur dan penguatan minimal tiga klaster hilirisasi agro lintas subsektor yang saling terkoneksi.

Lebih lanjut di sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT), akselerasi difokuskan pada penanganan impor, penguatan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing energi.

Sementara untuk tekstil dan produk tekstil (TPT), dibentuk “war room” perlindungan pasar domestik dengan output mingguan serta program modernisasi mesin yang konkret yang termasuk skema pembiayaan, insentif, dan target produktivitas.

Pada industri petrokimia dan kimia dasar, proyek hulu ditetapkan sebagai must win guna menghentikan defisit, dengan pemantauan melalui dashboard mingguan.

Sementara sektor farmasi diarahkan untuk menetapkan daftar bahan baku obat prioritas, menyusun peta jalan substitusi impor, dan mengeksekusi proyek bahan baku strategis secara nyata.

Baca juga: Menperin tekankan industri pengolahan mendominasi ekonomi RI di 2025

Menperin juga mendorong percepatan transformasi sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) dari sekadar pasar menjadi basis produksi dan teknologi.

Lebih lanjut, pada industri otomotif, langkah akselerasi dilakukan melalui penyusunan peta komponen prioritas, penetapan proyek substitusi berbasis investasi domestik, realisasi komitmen investasi pada komponen strategis, serta penyusunan peta tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik yang realistis dan bertahap.

Untuk semikonduktor, dirinya mengupayakan untuk memperkuat ICDEC sebagai national anchor institution desain chip, menyusun peta jalan semikonduktor nasional terintegrasi, serta menyiapkan kawasan industri klaster elektronika dan semikonduktor.

Sementara sektor logam dan mesin difokuskan pada program substitusi impor mesin industri prioritas, serta industri elektronika diarahkan agar pasar domestik menjadi launching pad produksi lokal, dan bukan dumping ground.

Untuk memastikan akselerasi berjalan efektif, setiap program prioritas mesti memiliki mekanisme pengendalian dengan milestone, penanggung jawab (PIC), dan indikator kinerja yang jelas.

Baca juga: Kemenperin upayakan hilirisasi terintegrasi industri makanan-minuman

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |